Terus Ditingkatkan, Upaya Kejar Target Produksi Padi Subang Tahun 2014

SUBANG, (PRLM).- Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang terus berupaya meningkatkan produksi padi petani tahun ini melalui berbagai upaya, termasuk di antaranya dengan pola tanam SRI.

Langkah itu diyakini bisa meningkatkan hasil panen petani padi cukup signifikan sehingga diharapkan mampu mengejar target produksi tahun ini. Apalagi pasca bencana banjir dan serangan OPT, banyak petani yang hasil panennya anjlok.

"Kami terus berupaya supaya target produksi padi tahun ini bisa tercapai, apalagi pada panen awal tahun hasilnya kurang bagus. Berbagai potensi kami optimalkan, termasuk memperluas pola tanam padi SRI yang mampu meningkatkan hasil panen," kata Kabid Sumberdaya Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Hendrawan, Selasa (6/5/2014).

Dia mengatakan pada panen awal tahun ini akibat bencana dan serangan OPT diperkirakan kehilangan produksi mencapai 20 persen dari target yang ditetapkan.

Penyebabnya akibat bencana banjir beberapa waktu lalu, tanaman padi yang rusak cukup luas sehingga sebagian harus melakukan tanam ulang. Sedangkan sebagian lagi masih bisa dipanen tetapi hasilnya tidak optimal.

Dikatakan Hendrawan, pihaknya berupaya mendongkrak hasil panen petani sebagai upaya agar target produksi tahun ini bisa tercapai. Hal itu dilakukan dengan mengoptimal berbagai potensi dan sumber daya yang ada, salah satunya dengan memperluas tanam padi SRI.

"Hasil panen padi SRI lebih tinggi dibanding menggunakan cara konvensional. Kalau konvensional itu rata-rata hasil panennya antara 7 - 8 ton per hektar, SRI bisa mencapai 10 ton per hektar," katanya.

Selain itu, lanjut Hendrawan, SRI banyak keuntungannya dibanding konvensional. Sebab biaya produksi atau usaha tani menjadi lebih murah. Misalnya, kebutuhan benih kovensional minimal butuh 20 kg, sedangkan SRI cuma 10 kg. "Keuntungan lainnya, SRI menggunakan. pupuk organik sehingga akan membuat tanah menjadi lebih subur," ujarnya.

Dijelaskan Hendrawan, untuk pemperluas areal tanam padi SRI, pihaknya sudah melakukan berbagai pelatihan bagi kelompok tani. Pihaknya mendapat dukungan pula dari TNI-AD melalui gerakan TNI-AD mendukung ketahanan pangan.

"Selain petani yang tergabung dalam kelompok tani, pelatihan SRI juga diberikan kepada para babinsa tersebar di wilayah Subang. Hingga saat ini sudah lebih dari seribu orang, petani maupun babinsa yang mendapat pelatihan SRI. Babinsa ini nantinya ikut terjun melakukan pendampingan kepada petani," ujarnya.

Apabila per kelompok bisa menerapkan SRI 20 hektar, artinya dengan jumlah 425 kelompok di Kabupaten Subang ditargetkan luas areal tanam SRI bisa mencapai 8.500 hektar.

"Kami menargetkan setiap hektar tanam padi SRI di musim gadu satu dan dua, hasil panennya bisa meningkat 2 - 4 ton per hentar dari konvensional, dengan hasil itu target produksi padi Kabupaten Subang tahun 2014 optimis bisa tercapai," jelasnya.(Yusuf Adji/"PR"/A-89)***

Baca Juga

Berdayakan UMKM dengan Digital

BANDUNG, (PR).-Beberapa tahun terakhir ini,  pemerintah semakin gencar mengampanyekan agar pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia go digital untuk menjangkau pasar global.

Pemerintah Akan Terbitkan ORI 014

JAKARTA, (PR).-  Pemerintah Republik Indonesia berencana menerbitkan obligasi ritel Indonesia (ORI) 014 dengan nilai sekitar Rp 20 triliun.