Tetap Berjuang

Forum Tenaga Honorer K2 Sering Diintimidasi

JAWA BARAT

SUMEDANG, (PRLM).- Para pengurus dan anggota Forum Tenaga Honorer Kategori 2 (THK2) yang tak lulus, mengaku sering mendapat intimidasi dari beberapa pihak yang ingin mematahkan perjuangan mereka. Bahkan ada juga pihak yang mencoba melemahkan dengan merayu mereka masih berpeluang diangkat menjadi PNS. Oleh karena itu, mereka diminta jangan terlalu frontal mempermasalahkan kelulusan THK2.

“Parahnya lagi, ada pula yang mengancam akan membubarkan kami. Akan tetapi, kami tidak akan pernah menyerah dan pantang mundur memperjuangkan kebenaran terkait masalah kelulusan THK2 yang banyak kecurangan,” kata Ketua FTHK2, Hj. Eni Rohayah di gedung DPRD Kab. Sumedang, Selasa (25/3/2014).

Menurut dia, berbagai bentuk intimidasi itu ujung-ujungnya ingin meredam perjuangan FTHK2. Dampaknya, dinilai sangat terasa. Contohnya, beberapa anggota forum terutama di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) jadi jarang mengikuti rapat forum. Begitu juga rekan satu profesi guru sukwan (sukarelawan), ada beberapa orang yang terkena provokasi.

“Padahal, kami berupaya ingin proses kelulusan THK2 di Kab. Sumedang objektif dan transparan sesuai perundang-undangan berlaku. Meski terjadi intimidasi, kami tak akan pernah berhenti berjuang. Terus terang, kami sudah lelah, jemu dan tak percaya lagi dengan janji manis. Dari dulu kami sering dijanjikan akan diangkat menjadi PNS, nyatanya hanya retorika belaka,” ujar Eni.

Ditanya hasil rapat kerja dengan Pansus (Panitia Khusus) Penyelesaian Masalah THK2 DPRD dan Tim Investigasi THK2 Kab. Sumedang, Eni menyebutkan, pansus hanya menyerahkan data-data hasil verifikasi kelulusan THK2 yang bermasalah kepada tim investigasi. Hasil verifikasi pansus akan dicek dan diverifikasi kembali oleh tim. “Untuk pembahasannya diundur setelah Pileg tanggal 10 April hingga 16 April nanti,” ujarnya. (A-67/A_88)***

Baca Juga

Kerusakan Jalan di Kota dan Kab. Sukabumi Semakin Menyulitkan Warga

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Seiring intensitas hujan semakin meningkat, kerusakan ruas jalan di sejumlah kecamatan di Kota dan Kabupaten Sukabumi semakin menyulitkan warga.

Awal Tahun 2016, Sudah Ada Tiga Perusahaan Diadukan Karyawannya

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Sudah tiga pengaduan mengenai tenaga kerja masuk ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Cianjur selama dua pekan diawal tahun 2016.

Tiga Warga Garut Menghilang, Diduga Terkait Gafatar

JAWA BARAT

‪GARUT, (PRLM).- Tiga warga Kabupaten Garut yang dilaporkan hilang, diduga terkait jaringan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Ketiganya adalah ibu dan dua anaknya, Winarti (42) dan kedua anaknya, Sri Putri Rahma (17) dan Andi Permana (10). Mereka hilang sejak 28 Desember 2015 lalu.

Dua Pemburu Biyawak Hanyut di Sungai Cilutung

JAWA BARAT
SEJUMLAH warga sedang melihat tim SAR melakukan pencarian korban  hanyut di sungai Cilutung ketika sedang mencari biyawak, pada Selasa (12/1/2016).*

MAJALENGKA,(PRLM).- Dua orang pemburu biyawak Ade Rusnadi (30) dan Udin (25) warga Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka tenggelam di Sungai Cilutung, tepatnya di Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Selasa (12/1/2016), hingga kini kedua korban belum dite