Suami dan Keluarga DUF Dimintai Keterangan Sebagai Saksi

BANDUNG RAYA

CIMAHI, (PRLM).- Suami dan anggota keluarga tersangka DUF kembali mendatangi Mapolres Cimahi di Jln. Jend. Amir Mahmud Kota Cimahi, Kamis (13/3/2014). Mereka dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Suami DUF, Kasito (38) datang bersama kakak DUF, Asep Tajudin (40) dan keponakannya berinisial An (18). Asep dan An menggunakan masker untuk menutupi wajahnya agar tak teridentifikasi kamera wartawan.

Sebelum menjalani pemeriksaan psikologi, kepada wartawan Kasito mengatakan, dalam pertemuannya dengan DUF pada Rabu (12/3/2014), istrinya menyatakan permintaan maaf karena perbuatannya menyebabkan anak kandung mereka, Aisyah Funny (2,5) meninggal.

"Dia bilang minta maaf dan menyesal. Dia minta saja menjaga anak-anak dan agar tegar karena Aisyah memang sudah dipanggil Allah SWT," katanya.

Atas pernyataan DUF, Kasito mengaku memaafkan perbuatan istrinya. "Saya memaafkan karena sayang saya kepada anak-anak. Ini takdir dan cobaan bagi keluarga kami," tuturnya.

Meski demikian, lanjut Kasito, proses hukum atas tindak pidana yang dilakukan DUF tetap berjalan. "Soal hukum tetap berjalan, menunggu proses saja. Harapan saya soal kasus ini, bagaimana yah. Kemungkinan bisa minta hukuman diringankan," katanya.

Dokter dari Bag. Psikologi Polda Jabar kembali melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan kepada anak-anaknya.

Khusus bagi Fahrul (10), anak DUF yang selamat dari upaya pembunuhan diperiksa di kediamannya. Hal itu dilakukan untuk menjaga kondisi psikologi Fahrul bila bertemu dengan DUF.

Berita "PR" sebelumnya, Aisyah Funny binti Kasito ditemukan tewas mengenaskan tenggelam di dalam toren air di kediamannya di Kp. Cijeungjing RT 05/22 Kertamulya Kec. Padalarang Kab. Bandug Barat, Selasa (11/3/2014).

Ibu kandungnya, DUF (36) mengaku sebagai pelaku pembunuhan terhadap anaknya.

Selain membunuh Aisyah, DUF juga mencoba membunuh anak keduanya, Fahrul Robani (10) dengan cara yang sama. Namun, Fahrul berontak dan berhasil membuka ikatan pada kaki sehingga menyelamatkan diri. Setelah membunuh, DUF mengakui perbuatannya kepada ayahnya, Ateng dan diantarkan untuk menyerahkan diri ke Mapolsek Padalarang. (A-158/A_88)***

Baca Juga

Setda KBB Kebanjiran Proposal Permohonan Dana

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).- Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjelang Lebaran ini kebanjiran proposal permohonan dana. Sebagian besar proposal itu berupa permohonan bantuan tunjangan hari raya (THR).

243 CPNS Terima STTPL Prajabatan

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Sebanyak 243 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk kategori I dan II Pemkab Bandung menerima Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) Prajabatan.

Bermain Masak-masakan di Gang Maleer

BANDUNG RAYA
DUA anak bermain masak-masakan, di salah satu gang di Jalan Maleer V, Kota Bandung, Kamis (2/7/2015). Minimnya lahan dan makin sedikitnya fasilitas bermain menjadi salah satu permasalahan yang kerap terjadi di kota besar.*

Marak, Oknum Wartawan dan LSM Yang Memeras Kades

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).-Beberapa kepala desa di Kabupaten Bandung Barat merasa resah karena diperas oleh oknum wartawan dan lembaga swadaya masyarakat. Setelah dana desa bisa dicairkan, sejumlah kades mengaku sering dimintai uang, terlebih saat ini kian dekat dengan hari Lebaran.