Hadapi Agresi Rusia, Pemerintah Ukraina Minta Bantuan NATO

KIEV, (PRLM).- Menghadapi sikap provokatif Rusia ini, pemerintahan baru Ukraina langsung memperingatkan warganya, kemungkinan terjadinya perang dalam waktu dekat ini.

Sebagai persiapan mengahdapi invasi Rusia, pemerintah Ukraina telah menyiagakan pasukannya dan juga meminta bantuan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).

Seperti diketahui, dunia Barat yang dimotori Amerika Serikat tengah mengalami konfrotasi terbesar dengan Rusia sejak Perang Dingin berakhir lebih dari dua dekade lalu.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Reuters dan AFP, Minggu (2/3/2014), konfrotasi ini terjadi setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan, pihaknya punya hak untuk mengirim pasukan ke Ukraina.

Saat ini dilaporkan, 150.000 pasukan Rusia yang memang punya markas di Crimea, Ukraina, sudah bersiap-siap untuk melakukan serangan. (A-133/A-108)***

Baca Juga

Hasil Sementara, Clinton Unggul atas Trump

NEW YORK, (PR).- Setelah melalui proses pilpres yang melelahkan selama 18 bulan, termasuk berkampanye secara intensif dalam empat bulan terakhir, kini tiba saatnya capres Partai Demokrat Hillary Clinton (69) dan capres Partai Republik Donald Trump (70), menghadapi penilaian akhir dari rakyat AS.

Hillary Clinton Salahkan Direktur FBI Sebagai Biang Kekalahannya

NEW YORK, (PR).- Hillary Clinton dengan legawa mengakui kekalahannya pada pilpres lalu, kendati secara "popular votes", Hillary sebenarnya unggul tipis atas Donald Trump. Selisih suara di antara keduanya, seperti dilaporkan Reuters, Minggu 13 November 2016, mencapai 600.000 suara.

Aktivis Desak Penghitungan Suara Pilpres AS Diulang

WASHINGTON, (PR).- Hasil pilpres AS secara resmi baru akan diumumkan pada 29 November mendatang. Sepekan menjelang pengumuman tersebut, sejumlah aktivis dan akademisi mendesak otoritas berwenang AS untuk menghitung ulang hasil pemilu di Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin.