Lagi, Australia Sediakan Perahu Oranye Pulangkan Imigran ke Indonesia

KEBUMEN, (PRLM).- Kapal asing berwarna oranye atau lifeboat yang diduga milik pemerintah Australia, memasuki wilayah Indonesa karena kehabisan bahan bakar. Bagian lambung kapal juga sobek, setelah menabrak karang selama perjalanan.

Komandan Pos TNI AL Argopeni Pembantu Letnan I Elektronika Deteksi (Peltu EDE) Yoyok Kushermawan, mengakui, kapal asing tersebut memasuki wilayah perairan Indonesia karena dalam kondisi bocor setelah menabrak karang.

"Berdasarkan pantuan dari pesawat patroli milik TNI AL, kapal asing tersebut masuk wilayah perairan Indonesia karena bagian lambung sobek, setelah menabrak karang," kata Yoyok, Selasa (25/2/2014).

TNI AL baru mengetahui adanya kapal asing setelah ada laporan nelayan, yang menyebut ada kapal mencurigakan masuk ke wilayah Kebumen.

"Harusnya kapal tetap pada posisi jalur internasional. Namun kenyatannya sudah membelok ke arah Kebumen," terangnya.

Berdasarkan penuturan para imigran ada dua kapal yang sama yang diusir oleh pemerintah Australia. Namun sampai saat ini kapal tersebut belum terlihat. Ada kemungkinan lifeboat lainnya masih berada di jalur internasional.

Kapal pengangkut imigran tersebut diketahui TNI AL berdasarkan informasi dari nelayan, ada kapal mencurigakan mengapung di tengah laut.

"Kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melaporkan temuan tersebut ke atasan," terangnya.

Pihaknya diperintahkan untuk menggiring kapal asing tersebut ke luar wilayah perairan Indonesia. Namun berdasarkan pantauan pesawat patroli milik TNI AL, kapal asing sudah memasuki wilayah Indonesia.

"Namun kapal sudah mendarat di Pantai Karangjambe. Lifeboat dalam kondisi bocor akibat menabrak karang," terangnya.

Para imigran berkebangsaan Iran, Irak, Afganistan, Uni Emirat Arab (UEA) berangkat ke Australia dua hari lalu melalui Jawa Barat. Mereka diantar dua orang yang diduga sebagai agen penyelundup manusia, sebagai juru mudi.

Para imigran menyeberang menggunakan perahu berbahan kayu yang kemungkinan besar adalah perahu nelayan.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kebumen AKP Hae Widodo ketika dikonfirmasi mengakui, Polres telah menangkap tiga dari dua awak kapal.

Mereka adalah Pendi warga Bone Sulawesi Selatan dan Arman warga Bombana, Sulawesi Tenggara. Sementara Ab masih dalam pengejaran (DPO).

Berdasarkan pengakuan kedua tersangka mereka berangkat dari Palabuhanratu Rabu (19/2/2014) sekitar pukul 01.00 WIB dengan membawa 26 imigran gelap yang rencananya menuju pulau Chrismast, Australia dengan ongkos Rp 30 juta.

Setelah perjalanan tiga hari tiga malam kapal tersebut sampai di perairan Australia. Namun mereka ketahuan aparat Australia.

"Semua penumpang dan ABK dipindah ke kapal sekoci sedangkan kapal kayu dihancurkan dengan cara diledakkan. Lalu penumpang dan ABK diantar ke perairan Indonesia dengan menggunakan sekoci warna oranye," jelasnya.

Menurut Pendi, pihak Australia sudah tidak menerima imigran gelap lagi. Di tengah jalan kapal berhenti karena kehabisan bahan bakar dan menepi di Karangjambe, Senin (24/2/2014) sekitar pukul 08.30 WIB dan pada saat itu juga sekitar pukul 11.00 WIB terdampar terombang-ambing di laut karena kehabisan bahan bakar. (A-99/A_88)***

Baca Juga

Jokowi Salurkan Bantuan Pangan Non Tunai

JAKARTA, (PR).- Presiden RI Joko Widodo melakukan penyaluran simbolis Bantuan Pangan Non Tunai di Cibubur, Kamis, 23 Februari 2017. Penyaluran bantuan ini adalah bentuk reformasi program subsidi Beras Sejahtera (Rastra) yang sebelumnya telah dijalankan.

Jokowi Kunjungan Kenegaraan ke Australia

SYDNEY, (PR).- Hujan rintik-rintik menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Sydney, Australia.

Kunjungan Raja Salman Tidak Picu Terorisme

JAKARTA, (PR).- Masyarakat diminta tidak khawatir akan kemungkinan adanya penguatan kelompok radikal di tanah air, seiring kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al saud ke Indonesia. Kunjungan Raja Salman tidak memicu terjadinya terorisme.