Nasib Honorer yang tak Lulus Tes CPNS tak Jelas

JAWA BARAT

SUMBER, (PRLM).- Pemerintah Kabupaten Cirebon mengaku kebingungan dalam mengakomodir 1.344 tenaga honorer yang tidak lulus seleksi calon pegawai negeri sipil kategori II. Jika mengakomodir secara parsial, dikhawatirkan akan terjadi gejolak. Sementara kemampuan anggaran membuat Pemkab Cirebon tak mampu mengakomodir semua tenaga honorer tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Dudung Mulyana mengatakan, jumlah tenaga honorer yang sudah mengabdi sejak 2005 di lingkungan Pemkab Cirebon sebelumnya mencapai 1.768 orang. Sebanyak 424 orang di antara mereka dinyatakan lulus dalam tes CPNS yang digelar pemerintah pusat akhir 2013 lalu.

"Secara formal dan legal, Pemkab sebenarnya tidak diharuskan mengakomodir mereka yang tidak lulus tes CPNS untuk tetap menjadi tenaga honorer. Namun kami tetap mengedepankan sisi kemanusiaan atas nasib mereka," ujarnya saat ditemui di sela-sela rapat pembahasan CPNS di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (18/2/2014).

Menurut Dudung, jika seorang tenaga honorer diberikan imbal jasa sesuai UMK Kabupaten Cirebon Rp 1 juta, maka Pemkab membutuhkan sedikitnya Rp 1,3 miliar per bulan atau Rp 15,6 miliar per tahun. Hal itu jelas dirasakan berat karena alokasi gaji pegawai dalam APBD Kabupaten Cirebon selama ini saja sudah terbilang tinggi.

Dudung mengatakan, kebutuhan pegawai Kabupaten Cirebon saat ini memang masih kekurangan ribuan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Namun pemenuhannya hanya bisa mengandalkan rekrutmen PNS yang dilakukan pemerintah pusat. Jika hanya mengandalkan tenaga honorer, jelas akan memberatkan anggaran daerah.

Kondisi tersebut sedikit banyak membuat Kabupaten Cirebon kecewa dengan tingkat kelulusan hasil tes CPNS 2013-2014 yang hanya mencapai 24 persen. Padahal kuota nasional secara keseluruhan berjumlah 30 persen. Meskipun demikian, Pemkab Cirebon tetap menerima hasil tersebut karena meyakini tes dilakukan sangat objektif dan profesional.

Sementara itu Kepala Bidang Pengadaan Dan Mutasi Pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Cirebon Iim Rohiman mengatakan, pihaknya akan tetap memperjuangkan nasib para tenaga honorer yang tidak lulus tes CPNS. "Kami akan meminta masukan dan batuan ke pemerintah provinsi dan pusat," ujarnya.

Menurut Iim, sejauh ini keluhan dan gejolak akibat ketidakjelasan nasib yang dilontarkan para tenaga honorer ke Pemkab Cirebon masih sebatas wajar. Namun jika tidak segera diberikan solusi, kondisinya bisa saja semakin parah.

Meskipun demikian, Iim berharap para tenaga honorer untuk bersabar dan memaklumi kondisi yang dihadapi Pemkab. Keterbatasan anggaran tidak memungkinkan Pemkab serta merta mengakomodir mereka semua.

"Sementara kami juga tidak ingin mengakomodir sebagian saja, karena gejolaknya pasti akan semakin parah. Pemkab bisa dituduh pilih kasih atau bahkan dituding KKN karena hanya mengakomodir sebagian orang saja," katanya.(A-178/A-89)***

Baca Juga

Polresta Tasikmalaya Musnahkan Miras dan Petasan

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Razia cipta kondisi selama enam bulan, dari Januari hingga Juli 2015, Polres Kota (Polresta) Tasikmalaya dan jajarannya berhasil mengamankan 2000 botol minuman keras (miras) berbagai merek dan 47 ribu petasan berbagai jenis dan ukuran.

Kekeringan Meluas, BPBD Indramayu Salurkan Air Bersih

JAWA BARAT
Kekeringan Meluas, BPBD Indramayu Salurkan Air Bersih

INDRAMAYU, (PRLM).- Kekeringan di Kabupaten Indramayu meluas sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indramayu menetapkan siaga darurat bencana. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Indramayu siap menyalurkan air bersih ke setiap wilayah yang krisis air bersih.

Polisi Masih Selidiki Kasus Penculikan Bayi di RSUD Sumedang

JAWA BARAT
Polisi Masih Selidiki Kasus Penculikan Bayi di RSUD Sumedang

SUMEDANG, (PRLM).- Polsek Sumedang Selatan hingga kini masih menyelidiki kasus dugaan penculikan bayi berumur 11 hari di RSUD Sumedang, Selasa (7/7/2015).

Kepala Lapas tak Lindungi Petugas yang Terlibat Narkoba

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Salah seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, (DS) warga Jalan Tentara Pelajar Gang Empang Wetan RT 03 RW 09 Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya tertangkap karena kasus narkoba.