Urbanisasi Berdampak Terhadap Keanekaragaman Hayati

NEW JERSEY, (PRLM).- Sebuah kumpulan data menunjukkan dampak urbanisasi berpengaruh terhadap keanekaragaman hayati di seluruh dunia.

Data menunjukkan bahwa kota-kota mampu mendukung sedikit spesies burung dan tanaman dibandingkan kawasan yang belum dikembangkan.

Namun, data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar flora dan fauna di kota tertentu mencerminkan “warisan biotik yang unik” dari kota tersebut. Temuan ini muncul dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B.

“Urbanisasi telah menyebabkan kota kehilangan sejumlah besar tumbuhan dan hewan, namun kabar baiknya adalah bahwa kota-kota masih mempertahankan spesies asli endemik. Hal ini membuka pintu untuk terciptanya kebijakan baru terkait konservasi keanekaragaman hayati dalam skala regional dan global,” kata Myla Aronson, seorang ilmuwan penelitian dari Rutgers, The State University of New Jersey, AS.

“Secara khusus, penelitian ini menyoroti nilai ruang hijau di kota-kota yang telah menjadi tempat perlindungan penting bagi spesies asli dan migrasi satwa liar.”

Tim peneliti internasional mengumpulkan daftar tanaman di 110 kota dan daftar burung di 54 kota di seluruh dunia. “Kami tertarik pada tanaman dan burung yang ditemukan di semua bagian kota – dari jalanan, bangunan, lahan kosong, ruang hijau – untuk memahami bagaimana kota mempertahankan keanekaragaman hayati secara keseluruhan,” Dr. Aronso mengatakan kepada BBC News.

“Pelestarian ruang hijau, pemulihan spesies tumbuhan alami dan penambahan habitat bagi keanekaragaman hayati di perkotaan dapat membantu ekosistem burung dan spesies tanaman,” Dr. Aronson menyarankan. (bbc/robi-job/A-147)***

Baca Juga