Harga Cabai dan Ikan di Kabupaten Subang Melonjak

EKONOMI

SUBANG, (PRLM).- Harga sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional Kabupaten Subang, seperti cabai hingga ikan mengalami lonjakan, selama berlangsungnya musim hujan.

Selain hasil panen petani kurang bagus, melonjaknya harga juga dipengaruhi cuaca karena beberapa komoditas menjadi cepat busuk.

Dari sejumlah komoditas yang harganya mengalami kenaikan cukup tinggi, di antaranya cabai rawit dari asalnya Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu per kilogram.

"Sejak musim hujan selama januari hingga februari ini, banyak kebutuhan sehari-hari harganya naik," ujar pedang sayuran di pasar inpres Subang, Siti (35), Selasa (11/2/2014).

Dia menjelaskan harga cabai rawit selama musim hujan harganya terus naik, hingga Selasa sudah mencapai Rp 45 ribu per kilogram, dan cabai keriting asalnya Rp 30 ribu per kilogram menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang merah dari harga Rp 18 ribu per kilogram menjadi Rp 20 ribu per kilogram.

Dia mengatakan penyebab pasti kenaikannya tidak mengetahui persis, tetapi dari informasi yang diperolehnya karena hasil panen petani kurang bagus karena tingginya curah hujan. Faktor cuaca tersebut membuat komoditas menjadi cepat busuk, seperti sayuran dan cabai.

Kenaikan harga juga terjadi pada berbagai jenis ikan, baik laut maupun tawar. Hal itu dikatakan pedagang Ikan di Pasar Pujasera, Anah (40).

Dia mengatakan banyaknya ikan yang mati di pembudidaya ikan di jaring terapung Cirata dan Jatiluhur, mempengaruhi harga jual ikan dipasaran.

Misalnya, ikan mas biasanya dijual Rp 25 ribu per kilogram kini sudah mencapai Rp 32 ribu per kilogram, ikan nila asalnya Rp 22 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

"Bukan hanya ikan tawar, harga ikan laut juga naik. Misalnya, cumi asalnya Rp 30 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogram," katanya.

Selain itu udang ukuran kecil asalnya Rp 20 ribu per kilogram, terus naik dan kini sudah mencapai Rp 48 ribu per klogram," ujar Nana (35) pedagang ikan laut.(A-116/A-89)***

Baca Juga

"Tax Amnesty" Bisa Tambah Pendapatan Negara

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Wacana yang dilontarkan Dirjen Pajak dan Keuangan, Sigit Priadi beberapa waktu lalu terkait adanya "tax amnesty" atau pengampunan pajak diharapkan mampu mengembalikan uang-uang warga Indonesia yang selama ini banyak berdiam di luar negeri untuk meningkatkan pendapatan negara.

Gubernur Dorong Pengembangan Pasar Tradisional

EKONOMI
GUBERNUR Jawa Barat, Ahmad Heryawan mendorong pasar-pasar tradisional khusus seperti pasar burung, pasar ikan, pasar bunga untuk dikembangkan.*

BANDUNG, (PRLM).- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mendorong pasar-pasar tradisional khusus seperti pasar burung, pasar ikan, pasar bunga untuk dikembangkan dan lebih diperhatikan.

Jangan Dirikan BUMN Khusus Gantikan Peran SKK Migas

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Fuad Bawazier, ekonom yang mantan menteri keuanga mengatakan, pemerintah tidak perlu ngotot mendirikan BUMN khusus untuk menggantikan Peran SKK Migas.

Harga Sebagian Besar Komoditas Naik 30 Persen

EKONOMI
PEDAGANG sayuran Pasar Banjaran, Kabupaten Bandung menunjukan sisa jengkol yang ia miliki, Minggu (7/6/2015). Harga yang meroket sejak pekan lalu membuat pedagang kecil sulit menjual komoditas yang bukan utama namun banyak penggemar itu.*

BANDUNG, (PRLM).- Kurang dari dua pekan menjelang Ramadan, harga kebutuhan pokok di kawasan Bandung Raya terus mengalami fluktuasi. Meskipun ada yang turun, harga sebagian besar komoditas terus merangkak naik pada kisaran 30-45 persen