Petugas Terus Amankan Sekoci Imigran Gelap

ANGGOTA Satuan Polisi Perairan Wilayah Pangandaran, sedang memeriksa kondisi kabin sekoci yang digunakan imigran gelap.
ILHAM PRATAMA/PRLM
ANGGOTA Satuan Polisi Perairan Wilayah Pangandaran, sedang memeriksa kondisi kabin sekoci yang digunakan imigran gelap.

PARIGI,(PRLM).- Satuan Polisi Perairan Wilayah Pangandaran, terus mengamankan sekoci yang digunakan imigran gelap asal timur tengah yang terdampar di Pantai Barat Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Rabu (5/2/2014) lalu sekitar pukul 20.30 WIB.

Selain garis polisi telah dipasang, petugas pun berjaga-jaga di kapal patroli Pol Air yang posisinya bersebelahan dengan sekoci.

Polisi pun menyegel seluruh pintu masuk sekoci berwarna oranye yang tergolong mewah dan canggih itu.

Di dalam ruang kabin pun tergolong canggih dan lengkap. Sekoci berjenis life/rescue boat type JYB 85F, dengan bahan fiberglass, nomor JYB 85F13032, sertifikat JY 13P02340-03, memiliki penyejuk ruangan. Kemudian, di tempat duduk penumpang dilengkapi dengan sabuk pengaman.

Dijelaskan Kepala Sat Pol Air Wilayah Pangandaran Ajun Komisaris Firman Alamsyah, satuannya hanya melakukan pengamanan.

"Kita hanya mengamankan sekoci ini. Kemudian, imigran yang terdampar itu kita koordinasikan dengan Kantor Imigrasi Tasikmalaya, dan telah dibawa ke Tasikmalaya pada hari itu juga," ujarnya, Jumat (7/2/2014).

Lebih lanjut Firman mengatakan, dalam pengamananya, petugas pun mengaitkan dan menalikan sekoci ke perahu patroli juga memasang jangkar.

Sebelumnya, imigran tersebut pada Rabu (5/2/2014) sekitar pukul 20.30 WIB ditemukan terdampar di Pantai Barat Pangadaran, atau tepatnya di seberang Hotel Malabar.

Sekoci yang digunakan imigran tersebut sama dengan yang ditemukan di perairan Sukabumi, beberapa waktu lalu. Yaitu yang sebelumnya dari Pulau Christmas Australia.

Mereka yang diamankan adalah sebanyak 21 orang dari Iran, dua diantaranya masih balita berusia 1,5 tahun dan satu orang berusia empat tahun. Kemudian dari Bangladesh lima orang, Nepal enam orang, dan Pakistan dua orang.

Dari pengakuan imigran gelap, mereka tiba di Pulau Christmas pada 28 Januari 2014 menggunakan kapal kayu yang kemudian disergap petugas Australia. Selama delapan hari, mereka berada di sana.

Lalu pada Rabu (5/2/2014) pagi, mereka diusir dari sana dan diberi sekoci mewah itu. Pada saat diusir, mereka dikawal dengan kapal Australia, kapal induk, dan perahu karet yang ditumpangi petugas hingga laut lepas. Setelah dilepas, mereka akhirnya mengarah ke Cilacap, hingga akhirnya terdampar di Pangandaran. (A-195/A-107)***

Baca Juga

WARGA mencoba mengakses layanan elektronik, seusai peluncuran Pelayanan Perizinan Terpadu Secara Elektronik, di Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung, Jln. Cianjur, Kota Bandung, Kamis (28/5/2015).

Permudah Izin, DPMPTSP Luncurkan Program "Si Teteh"

KARAWANG, (PR).- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang, meluncurkan program "Si Teteh" (Sistem Informasi Tepat dalam pelaksanaan, Transparan dalam pelayanan, Efektif dalam proses, dan Handal dalam pengel

RS Intan Barokah Bantah Tahan Bayi karena Biaya Perawatan

KARAWANG, (PR).- Pihak Rumah Sakit Intan Barokah Karawang membantah keras menahan bayi karena orang tuanya tidak mampu membayar biaya perawatan. Bayi tersebut belum diperbolehkan pulang karena masih dalam kondisi sakit.