Sekoci Imigran Gelap Buatan Cina

PARIGI, (PRLM).- Sekoci yang digunakan imigran gelap asal timur tengah yang mendarat di Pantai Barat Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Rabu (5/2/2013) ternyata buatan tahun 2013.

Dari data yang tertera di dalam sekoci, dijelasakan bahwa kendaraan angkut itu diproduksi pabrik pembuatan Jiangyinshi Beihai LSA CO.LTD, 33# Beihuan Road, Yuecheng Town Jiangyin City JIANGSU Province 214404 China.

Sekoci itu berjenis life/rescue boat type JYB 85F, dengan bahan fiberglass, nomor JYB 85F13032, sertifikat JY 13P02340-03. Ukuran dari sekoci itu adalah 8,.50 X 3,2 X 1,10 meter. Dengan kapasitas penumpang 90 orang.

Adapun alat pendorong berupa mesin diesel 19.7 Kw (28 hp), power supply 2 X 12 DC Volt, kecepatan 3,3 knot, dan DWT 12133/5203 kg.

Ketika ditemukan, di dalam kabin sekoci itu terdapat beragam makanan dan minuman yang tertera produksi Australia. Kemudian ada pula jaket pelampung, dan dayung.

Dikatakan Kepala Satuan Polisi Perairan Wilayah Pangandaran Ajun Komisaris Firman Alamsyah, sekoci tersebut memiliki alat navigasi canggih, dan tergolong mewah.

“Namun, alat komunikasi tidak berfungsi. Kita tidak mengetahui apakah disengaja dirusak, atau memang tidak berfungsi,” ucapnya.

Selain botol minuman mineral, ditemukan dua lembar peta. Peta tersebut diduga merupakan navigasi dari Pulau Christmas Australia menuju Perairan Cilacap.

Pada peta itu pun tertera kalimat “Approaches to Cilacap”. Dan, “Kapal Posisi”

“Kita tidak bisa memastikan itu apa. Namun, barang bukti ini kita amankan sebagai bahan untuk penyelidikan,” ujarnya.

Saat ini, sekoci tersebut telah dipindahkan dari Pantai Barat Pangandaran, menuju Pantai Timur Pangandaran. Pemindahan itu sekitar pukul 11.30 WIB, dan tiba di Pantai Timur pada pukul 12.30 WIB. Sekoci itu diparkirkan di samping kapal patroli Sat Pol Air wilayah Pangandaran. (A-195/A-147)***

Baca Juga

Simpan Mayat Bayi di Laci, Pembantu di Depok Diamankan Polisi

DEPOK, (PR).- Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Beji, Kota Depok mencokok S (21), asisten rumah tangga yang diduga membunuh bayinya. Setelah melahirkan, tersangka menaruh bayinya ‎di dalam laci lemari plastik rumah majikannya.