Headlines

Volume Sampah di KBB Meningkat

NGAMPRAH, (PRLM).- Volume sampah di Kabupaten Bandung Barat meningkat. Biasanya tonase sampah per hari berada di kisaran 85 ton. Saat ini mencapai 110 ton per hari. Kenaikan volume sampah itu dipengaruhi oleh adanya wilayah baru dalam pelayanan sampah, serta pengaruh musim hujan yang mengguyur beberapa minggu terakhir.

Kepala UPT Kebersihan KBB, Apit Akhmad Hanifa mengatakan, dengan adanya hujan yang mengguyur beberapa pekan terakhir membuat berat sampah bertambah. Hal tersebut mempengaruhi besaran tonase pada minggu-minggu terakhir.

Dia menambahkan, pelayanan selama musim hujan ini diakuinya masih kurang maksimal. “Kalau dalam hari-hari normal, rata-rata per hari tidak lebih dari 75 ton. Selama musim hujan, berat jenis sampah meningkat. Itu cukup membuat kendala di lapangan. Apalagi kondisi medan di TPA Sarimukti jalannya cukup berat,” kata dia, Rabu (29/1/2014).

Sementara dari segi kontribusi sampah, kecamatan Lembang, Padalarang, dan Ngamprah, sejauh ini menjadi kecamatan yang volume sampahnya mengalami peningkatan signifikan. “Terutama sampah di Pasar Panorama Lembang dan Pasar Tagog Padalarang,” katanya.

Untuk di Pasar Tagog, dia menambahkan, kerusakan tiga unit gerobak sampah membuat penanganan sampah di pasar tersebut semakin terkendala. Dia mengatakan, seharusnya setiap hari terdapat satu buah gerobak di TPS. Bila gerobak itu sudah penuh, kemudian akan diangkut dan digantikan dengan gerobak yang lainnya. Namun demikian, ketiga gerobak yang biasa disimpan di pasar itu mengalami kerusakan.

“Sampai saat ini baru satu gerobak yang sudah berfungsi. Tapi, dua lainnya masih belum. Hal ini membuat sampah yang dibuang menjadi tidak tertata. Sampahnya jadi meluber kemana-mana,” tuturnya.

Selain alat gerobak yang rusak, dia menuturkan, terdapat juga kendala penyediaan lahan untuk tempat pembuangan sampah sementara. Dia mencontohkan lahan yang terdapat di Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong. Selama ini, TPS Desa Ciwaruga menggunakan lahan milik Polban.

Namun demikian, belum lama ini pihak Polban tidak menginginkan TPS Desa Ciwaruga digunakan di lahan mereka. Oleh sebab itu, Polban juga menyurati pihak desa dan Pemkab melalui UPT Kebersihan untuk memindahkan TPS Desa Ciwaruga.

“Tapi, sebenarnya untuk penyediaan TPS itu merupakan kewenangan pemerintahan desa. Pihak desa menyediakan lahannya, dan kemudian setelah mendapati lahan yang diinginkan, bisa mengajukan pembuatan TPS ke Pemkab bila memang menginginkannya,” kata dia.

Sampai saat ini, dia mengatakan, belum mengetahui perkembangan lebih jauh mengenai persoalan dengan Polban itu. Pihaknya juga beberapa kali sempat mengecek kepada aparat Desa Ciwaruga untuk menanyakan soal lahan alternatif lain. “Mereka mengatakan saat ini akan mencari lahan baru. Tapi, belum ada lagi kelanjutannya seperti apa,” ujarnya.

Selain pengaruh musim hujan, dia menambahkan, besaran volume sampah juga dipengaruhi oleh adanya penambahan wilayah pelayanan baru, yakni di Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar.

Menurutnya, sebagian dari sampah yang berasal dari desa tersebut acapkali dibuang ke wilayah bantaran sungai Ciliwung yang ada di Batujajar.”Tapi, pelayanan di desa itu juga belum seluruh RW terlayani,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Kewilayahan Kecamatan Parongpong UPT Kebersihan KBB, Tauhid Nuryanto mengatakan, perilaku membuang sampah di suatu TPS pada kenyataannya tidak hanya bagi mereka yang telah terdaftar saja. Namun juga bisa dari setiap kecamatan yang ada. Dia mencontohkan yang ada di Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong.

Di desa itu hanya ada 5 rukun warga yang memakai TPS bila melihat kepada daftar RW yang mendapatkan pelayanan UPT Kebersihan. Sementara di desa itu totalnya ada 17 RW. Namun kenyataannya setiap RW membuang sampah ke TPS tersebut.

Dia mengakui, belum semua kecamatan yang ada di KBB terlayani pemungutan sampah, karena kendala sarana-prasarana yang masih belum memadai. “Sejauh ini armada pengangkut sampah yang dimiliki UPT Kebersihan sebanyak 25 unit,” tuturnya. (A-204/A-89)***

Komentari di Facebook !
Customize This