Bendungan Utama Waduk Jatiluhur Alami Pergerakan

PURWAKARTA, (PRLM).- Seiring dengan tingginya curah hujan dan besarnya debit air di waduk Jatiluhur, bendungan utama waduk Jatiluhur Purwakarta mengalami pergerakan karena besarnya tekanan air. Namun demikian, pergerakan bendungan utama waduk Jatiluhur tidak usah dikhawatirkan karena merupakan konsekuensi dari bendungan dengan sistem urugan.

Kepala Seksi Monitoring bendungan Divisi IV PJT II Akbar Haidir kepada "PRLM", Rabu (15/1/2014) di ruang kerjanya mengatakan adanya pergerakan tanah di bendungan utama waduk Jatiluhur, Purwakarta tidak akan menimbulkan efek seperti akan jebolnya tanggul utama waduk Jatiluhur. Pasalnya, bendungan dimanapun di dunia yang dibangun dengan sistem urugan dipastikan akan rentan mengalami pergerakan tanahnya.

"Pergerakan tanah di bendungan utama karena adanya beban air yang tinggi sehingga bendungan mengalami pergeseran," katanya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab terjadinya pergerakan tanah yaitu adanya pemadatan tanah (konsolidasi) dan adanya pengaruh karena tinggi muka air (korelasi).

Menurutnya, sebagai tim monitoring senantiasa melaporkan adanya pergerakan tanah di bendungan utama kepada kantor pusat Kementerian Pekerjaan Umum yang menampung seluruh laporan dari semua bendungan yang ada di Indonesia. (A-86/A-108)***

Baca Juga

Kebakaran Landa Pasar Pameungpeuk

GARUT, (PR).- Libur Idulfitri 2017 diwarnai insiden kebakaran di salah satu kawasan wisata di pantai selatan Garut. Kebakaran terjadi di Pasar Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Garut, Rabu 28 Juni 2017.

Dedi Mulyadi

Sistem Pendidikan Jangan Disamaratakan

PURWAKARTA, (PR).- Generasi muda pedesaan cenderung memburu pekerjaan kekinian sesuai dengan era modernisasi. Padahal sebaiknya mereka mengembangkan ekonomi berbasis alam dan kerakyatan di daerahnya masing-masing.

Jalur Puncak Rentan Longsor Saat Hujan

CIBINONG, (PR).- Jalur Puncak mengalami longsor kecil di wilayah Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, Jumat, 30 Juni 2017 pagi.