Bendungan Utama Waduk Jatiluhur Alami Pergerakan

PURWAKARTA, (PRLM).- Seiring dengan tingginya curah hujan dan besarnya debit air di waduk Jatiluhur, bendungan utama waduk Jatiluhur Purwakarta mengalami pergerakan karena besarnya tekanan air. Namun demikian, pergerakan bendungan utama waduk Jatiluhur tidak usah dikhawatirkan karena merupakan konsekuensi dari bendungan dengan sistem urugan.

Kepala Seksi Monitoring bendungan Divisi IV PJT II Akbar Haidir kepada "PRLM", Rabu (15/1/2014) di ruang kerjanya mengatakan adanya pergerakan tanah di bendungan utama waduk Jatiluhur, Purwakarta tidak akan menimbulkan efek seperti akan jebolnya tanggul utama waduk Jatiluhur. Pasalnya, bendungan dimanapun di dunia yang dibangun dengan sistem urugan dipastikan akan rentan mengalami pergerakan tanahnya.

"Pergerakan tanah di bendungan utama karena adanya beban air yang tinggi sehingga bendungan mengalami pergeseran," katanya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab terjadinya pergerakan tanah yaitu adanya pemadatan tanah (konsolidasi) dan adanya pengaruh karena tinggi muka air (korelasi).

Menurutnya, sebagai tim monitoring senantiasa melaporkan adanya pergerakan tanah di bendungan utama kepada kantor pusat Kementerian Pekerjaan Umum yang menampung seluruh laporan dari semua bendungan yang ada di Indonesia. (A-86/A-108)***

Baca Juga

Masyarakat Berebut Tumpeng Babarit

JAM-jam akhir hari bebas kendaraan di Jalan Siliwangi, Kabupaten Kuningan Minggu, 28 Agustus 2016 sekitar pukul 9.00 diwarnai suka cita ratusan masyarakat.

Gas Elpiji 3 Kg Sulit Didapat

CIAMIS,(PR).- Sepekan terakhir warga tatar galuh Ciamis mulai kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram atau gas melon. Akibat kelangkaan, banyak warga yang terpaksa membeli gas elpiji 3 kilogram hingga ke luar daerah.

Melek Teknologi Melalui Mobil Belajar

SUMBER, (PR).- Sebanyak 15 sekolah dasar di Kabupaten Cirebon berkesempatan merasakan pengalaman mengakses komputer dan internet selama satu tahun menggunakan mobil belajar. .