Bendungan Utama Waduk Jatiluhur Alami Pergerakan

JAWA BARAT

PURWAKARTA, (PRLM).- Seiring dengan tingginya curah hujan dan besarnya debit air di waduk Jatiluhur, bendungan utama waduk Jatiluhur Purwakarta mengalami pergerakan karena besarnya tekanan air. Namun demikian, pergerakan bendungan utama waduk Jatiluhur tidak usah dikhawatirkan karena merupakan konsekuensi dari bendungan dengan sistem urugan.

Kepala Seksi Monitoring bendungan Divisi IV PJT II Akbar Haidir kepada "PRLM", Rabu (15/1/2014) di ruang kerjanya mengatakan adanya pergerakan tanah di bendungan utama waduk Jatiluhur, Purwakarta tidak akan menimbulkan efek seperti akan jebolnya tanggul utama waduk Jatiluhur. Pasalnya, bendungan dimanapun di dunia yang dibangun dengan sistem urugan dipastikan akan rentan mengalami pergerakan tanahnya.

"Pergerakan tanah di bendungan utama karena adanya beban air yang tinggi sehingga bendungan mengalami pergeseran," katanya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab terjadinya pergerakan tanah yaitu adanya pemadatan tanah (konsolidasi) dan adanya pengaruh karena tinggi muka air (korelasi).

Menurutnya, sebagai tim monitoring senantiasa melaporkan adanya pergerakan tanah di bendungan utama kepada kantor pusat Kementerian Pekerjaan Umum yang menampung seluruh laporan dari semua bendungan yang ada di Indonesia. (A-86/A-108)***

Baca Juga

Waeriningsih Adukan Suaminya Karena Lakukan KDRT

JAWA BARAT

MAJALENGKA,(PRLM).-Wartiningsih (30) warga Desa Beberan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon mengalami luka lebam dan lecet di beberapa bagian tubuhnya diduga akibat dianiaya oleh suaminya WS warga Desa Jatimapor, Kecamatan Panyingkiran.

Gunung Guntur Paling Rawan Kebakaran

JAWA BARAT

GARUT,(PRLM).- Sejak awal Juni, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah 5 Garut, membantu Posko penanganan kebakaran kawasan. Dari sejumlah titik yang sering terjadi kebakaran, Gunung Guntur berada di lokasi kawasan yang paling rawan.

Debit Air Sungai Citanduy Tinggal 4 Meter Kubik per Detik

JAWA BARAT
Debit Air Sungai Citanduy Tinggal 4 Meter Kubik per Detik

BANJAR,(PRLM).- Musim kemarau yang berlangsung belum genap tiga bulan itu mengakibatkan debit air Sungai Citanduy semakin surut, mulai memasuki masa kritis. Saat ini debit air yang menjadi andalan pengairan ribuan hektar persawahan, hanya tersisi 4 meter kubuk perdetik.

Mantan Ketua KPU Kota Banjar Dituntut 6 Tahun Penjara

JAWA BARAT

BANDUNG, (PRLM).-Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar Nur Rifai, dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Felly Kasol. Selain itu, terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 250 juta.