Bendungan Utama Waduk Jatiluhur Alami Pergerakan

JAWA BARAT

PURWAKARTA, (PRLM).- Seiring dengan tingginya curah hujan dan besarnya debit air di waduk Jatiluhur, bendungan utama waduk Jatiluhur Purwakarta mengalami pergerakan karena besarnya tekanan air. Namun demikian, pergerakan bendungan utama waduk Jatiluhur tidak usah dikhawatirkan karena merupakan konsekuensi dari bendungan dengan sistem urugan.

Kepala Seksi Monitoring bendungan Divisi IV PJT II Akbar Haidir kepada "PRLM", Rabu (15/1/2014) di ruang kerjanya mengatakan adanya pergerakan tanah di bendungan utama waduk Jatiluhur, Purwakarta tidak akan menimbulkan efek seperti akan jebolnya tanggul utama waduk Jatiluhur. Pasalnya, bendungan dimanapun di dunia yang dibangun dengan sistem urugan dipastikan akan rentan mengalami pergerakan tanahnya.

"Pergerakan tanah di bendungan utama karena adanya beban air yang tinggi sehingga bendungan mengalami pergeseran," katanya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab terjadinya pergerakan tanah yaitu adanya pemadatan tanah (konsolidasi) dan adanya pengaruh karena tinggi muka air (korelasi).

Menurutnya, sebagai tim monitoring senantiasa melaporkan adanya pergerakan tanah di bendungan utama kepada kantor pusat Kementerian Pekerjaan Umum yang menampung seluruh laporan dari semua bendungan yang ada di Indonesia. (A-86/A-108)***

Baca Juga

Kantor Pertanahan Miliki Seksi Sengketa Konflik dan Perkara

JAWA BARAT

CIREBON, (PRLM).- Kepala Kantor Pertanahan Kota Cirebon Ujang Afdal memberikan konfirmasi soal turut tergugat III pada gugatan hukum pengosongan lahan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 3 Cirebon ke Pengadilan Negeri Cirebon.

Polres Sumedang Tangkap Lima Tersangka Curanmor

JAWA BARAT

SUMEDANG, (PRLM).-Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sumedang meringkus 5 orang tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di tempat dan waktu yang berbeda.

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Ambruknya Tembok

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Kepolisian Resor Cianjur belum memastikan pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya empat pekerja bangunan di proyek peternakan ayam petelur. Polisi pun belum dapat menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Dana BOS Dicuri, Kadisdik Indramayu Nilai Itu Kelalaian

JAWA BARAT

INDRAMAYU, (PRLM).- Dana bantuan operasional sekolah Rp 30.900.000 dan sejumlah dokumen di dalam mobil raib digondol maling di Jalan Karang Sawah, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kamis (6/8/2015). Kepala Dinas Pendidikan Indramayu Ali Hasan menilai pembawa dana tersebut lalai.