Pembatasan Aktivitas Penambangan Kapur Karst Citatah Tak Terealisasi

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).- Rencana Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memperluas pembatasan aktivitas penambangan di kawasan Karst Citatah hingga kini tak kunjung terealisasi.

Alih-alih melakukan pembatasan, Pemerintah KBB justru memberikan izin dan restu berdirinya perusahaan pengolahan kapur asing di Kampung Sudimampir Pojok, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang.

Pabrik pengolahan kapur perusahaan bernama PT DAMWOO INDO tersebut diresmikan oleh Wakil Buputi KBB Yayat T Soemitra pada Senin (16/12/2013) siang. DAMWO merupakan perusaaan yang memproduksi kapur tohor sebagai bahan pembuatan baja.

Menurut Yayat, kehadiran DAMWOO memberikan kontribusi bagi investasi di KBB. "Pembukaan DAMWOO INDO menunjukan kontribusi pihak swasta mendukung visi KBB. Saya berharap, itu bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja," kata Yayat saat membacakan sambutan Bupati KBB Abubakar yang tak hadir.

Ironisnya, pernyataan Yayat tersebut bertentangan dengan rencana Pemerintah KBB sebelumnya yang akan membatasi aktivitas penambangan kapur seperti di Gunung Manik dan Karang Panganten.

Pemberian izin terhadap perusahaan pengolahan kapur sama dengan restu terhadap aktivitas penambangannya sebagai bahan baku produksi. Yayat pun mengakui bahan baku kapur sementara berasal dari Cipatat.

Menurutnya, tak semua penambangan kapur ilegal atau tak mengantongi izin. "Harus dipilah dulu, tambang batu kapur itu tak semuanya ilegal ada yang dari dulu memiliki izin," ucap Yayat.

Dia menyatakan, perusahaan pengolahan kapur yang mendapat izin pemerintah pasti tak mungkin menambang di daerah yang tak berizin. Mengenai pembatasan aktivitas penambangan, Yayat menuturkan akan tetap melanjutkan rencana tersebut.

"Saya berpikir pembatasan belum berhasil. Mungkin lima tahun ke depan pak bupati dan saya akan berpikir lebih banyak bagaimana mencari mata pencaharian pengganti para pekerja tambang," katanya.

Menanggapi itu, Ketua Bidang Pemberdayaan Pemuda Forum Pemuda Peduli Karst Citatah Hasan Husaeri mempertanyakan komitmen Pemerintah KBB melindungi lingkungan Karst Citatah.

Langkah Pemerintah KBB memberi restu pendirian pabrik pengolahan kapur baru bertentangan dengan rencana pembatasan aktivitas penambangan kapur yang digembor-gemborkannya. "Di satu sisi akan memperluas zona perlindungan, namun dalam kenyataan tak ada komitmen KBB melindungi Karst Citatah," ujarnya.

Hasan berharap, Pemerintah KBB bisa menilai potensi jangka pendek dan panjang yang dimanfaatkan dari kawasan gamping tersebut. "Kalau ditambang, paling habis hanya beberapa tahun. Tetapi jika ada konservasi dan tempat wisata, ada nilai ekonomis berjangka panjang," tuturnya.

Selain itu, Hasan menambahkan, Karst Citatah saat ini diusulkan sebagai geopark atau taman kebumian oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Kars Citatah dianggap memiliki keunikan geologi dan terkait erat dengan sejarah cekungan Bandung di masa lalu.

"Pembukaan pabrik kapur baru menunjukkan Pemerintah KBB tidak mendukung program Geopark Provinsi Jabar sekaligus penyelamatan kawasan Karst Citatah," ujarnya. (A-201/A-89)***

Baca Juga

183 Anggota Polisi Naik Pangkat

BANDUNG RAYA
KAPOLRESTABES Bandung Komisaris Besar Polisi AR Yoyol memberikan arahan pada acara Korp Raport Kenaikan Pangkat Perwira dan Brigadir Polrestabes Bandung, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (30/6/2015). Kenaikan pangkat sebanyak 183

Dua Hari Menghilang, Abdul Sudah Membusuk di Kontrakan

BANDUNG RAYA
WARGA Kp. Cilember RT 2 RW 6 Kel. Cigugur Tengah Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi menyaksikan petugas saat melakukan olah tempat kejadian perkara meninggalnya Abudl.*

CIMAHI, (PRLM).- Dua hari tak terlihat, Abdul Karim Nasution atau akrab disapa Heri (52) ditemukan tewas di kamar kontrakannya di Kp. Cilember RT 2 RW 6 Kel. Cigugur Tengah Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Selasa (30/6/2015).

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Kaliman

BANDUNG RAYA
Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Kaliman
SOREANG, (PRLM).- Di tengah gelapnya malam, raungan sirine ambulans yang membawa jenazah Serka Kaliman, Rabu (1/7/2015) pukul 21.30 tiba di rumah duka Jln.

Tersandung Rel, Pria Renta Tertabrak Kereta

BANDUNG RAYA
Tersandung Rel, Pria Renta Tertabrak Kereta

CIMAHI, (PRLM).- Kejadian kecelakaan terjadi di perlintasan rel kereta api Stasiun Cimindi. Seorang pria renta tanpa identitas tewas tersambar kereta api. Kejadian tersebut membuat warga yang melintas berkerumun hingga menyebabkan kemacetan luar biasa di ruas Jln. Jend.