Warga Solokan Jeruk Tolak Perluasan Pabrik

BANDUNG RAYA
WARGA Solokan Jeruk Kabupaten Bandung melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (27/11/2013). Dalam aksinya mereka menolak perluasan pabrik PT Kahatex karena dinilai merusak lingkungan 
sekitar.*
ARMIN ABDUL JABBAR/PRLM
WARGA Solokan Jeruk Kabupaten Bandung melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (27/11/2013). Dalam aksinya mereka menolak perluasan pabrik PT Kahatex karena dinilai merusak lingkungan sekitar.*

BANDUNG, (PRLM).- Ratusan warga yang mengatasnamakan Paguyuban Warga Peduli Lingkungan (Pawapeling) Kab. Bandung berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (27/11/2013). Mereka menuntut penghentian pembangunan 5,3 hektare pabrik PT Kahatex di kawasan industri KH Grup. Pembangunan di kawasan sawah ini dinilai melanggar HAM dan UU Lingkungan Hidup.

Ketua Pawapeling Kab. Bandung Adi Mulyadi saat ditemui pada -selasela aksi mengatakan lokasi sawah untuk perluasan pabrik terletak di sebelah timur Kampung Mundel RW 03, sebelah selatan Kampung Solokanjeruk RW 02, dan sebelah barat Kampung Menje RW 14 Desa Solokanjeruk, Kec. Solokanjeruk, Kab. Bandung.

"Perluasan ini belum mengantongi amdal tetapi kegiatan terus berjalan. Pembangunannya juga hanya berjarak satu meter dari pemukiman warga," kata Adi.

Adi mengatakan dampak perluasan pabrik ini membuat kawasan sekitarnya menjadi banjir, bising akibat pembangunan, konflik antarwarga, pencemaran udara, krisis air, dan mengganggu kesehatan. Warga paling dekat dengan tempat ini menurut Adi sampai gatal-gatal, koreng, bisul, dll karena ada pencemaran udara.

Pawapeling menyayangkan sikap Pemkab Bandung yang sejak dulu sampai sekarang tidak berpihak pada warga dan tidak merespons tuntutan warga. Para warga meminta pembangunan ini dihentikan sementara sampai amdal dan perizinan lainnya dipenuhi.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Bandung, Dadang M. Naser, saat ditemui dalam sela-sela bursa kerja di Lapangan Upakarti Kompleks Pemkab Bandung memilih belum berkomentar soal aksi pawapeling.

"Saya belum tahu info adanya demo di Gedung Sate. Saya tidak akan komen dulu. Tapi, kalau demo itu dilakukan di Gedung Sate, aneh juga," katanya. (A-199/a-88)***

Baca Juga

Gaji ke-13 Cair, PNS Harus Belajar Menabung

BANDUNG RAYA

CIMAHI, (PRLM).- Gaji ke-13 yang ditunggu-tunggu pegawai negeri sipil (PNS) Kota Cimahi cair, Kamis (1/7/2015). Uang yang didapat sebaiknya digunakan sesuai prioritas kebutuhan.

Presiden Jokowi Meresmikan PLTP Kamojang Unit 5

BANDUNG RAYA
Presiden Jokowi Meresmikan PLTP Kamojang Unit 5

SOREANG, (PRLM).- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar penggunaan batubara dalam mewujudkan rencana pembangunan pembangkit listrik 35 ribu Mega Watt (MW) dalam 5 (lima) tahun ke depan mulai harus digeser, dirubah.

PNS Tewas Dalam Mobil di Basement Alun Alun Bandung

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Ditemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki di dalam mobil Toyota Kijang LGX berwarna hitam dengan nomor polisi D 8409 OM, sekira pukul 8.00 di Basement Alun-alun Bandung, Kecamatan Regol, Selasa (7/7/2015).