Polwan Sambut Baik Keleluasaan Kenakan Jilbab

BANDUNG, (PRLM).- Rabu (20/11/2013) merupakan hari pertama bagi wanita yang berprofesi sebagai Wanita Polisi (Polwan) diperbolehkan untuk memakai jilbab, hal ini tentunya disambut baik oleh para Polwan yang sejak lama mendambakan hal ini.

"Selama ini kan hanya Polda-Polda tertentu dan Polwan yang tak berseragam yang boleh menggunakan jilbab, tapi sekarang bebas untuk berjilbab, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kapolri," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Bandung, Suryaningsih, yang sehari-harinya menggunakan jilbab jika tak berseragam, saat diwawancarai "PRLM", Rabu (20/11/2013).

Suryaningsih mengatakan bahwa sebenarnya dengan berjilbab, Polwan akan lebih percaya diri saat berinteraksi di tengah-tengah masyarakat, bahkan bekerja dan beribadah bisa sejalan terkait pemakaian jilbab ini.

"Insya Allah dengan kebijakan ini, kinerja Polwan dalam pelaksanaan tugas terus berkiprah dan dapat mengimplementasikan program-program Polri yang sudah dicanangkan, Sehingga polwan tidak hanya sebagai pelengkap saja, tapi juga merupakan bagian dari pelaksanaan tugas," katanya.

Suryaningsih pun mengatakan bahwa dengan penggunaan Jilbab, tak akan mengurangi kecantikan Polwan itu sendiri, bahkan juga akan mempercantik Polwan.

"Pemakaian Jilbab pun tak akan mengurangi kinerja, saya sudah sering ke TKP dengan berjilbab, meski tanpa seragam, justru dengan berjilbab akan banyak orang yang menghormati," katanya. (A-211/A-88)***

Baca Juga

Ade Irawan Kirim CD untuk Jaksa

BANDUNG, (PR).- Mantan Ketua DPRD Kota Cimahi/Mantan Bupati Sumedang Ade Irawan mengirimkan 2 (dua) bukti CD video rekaman persidangan perjalanan dinas DPRD Kota Cimahi 2010 ke Kajati Jabar.

Praktik Dokter Masih Terpusat di Perkotaan

NGAMPRAH, (PR).- Dari sekitar 550 dokter umum yang ada di Kabupaten Bandung Barat, mayoritas tempat praktik dokter masih terpusat di wilayah perkotaan seperti di Kecamatan Ngamprah, Padalarang, dan Lembang.