UMK Kota Bandung Sebesar Rp 1,9 Juta

WALI Kota Bandung Ridwan Kamil saat diwawancarai usai memimpin apel di kantor PDAM Tirtawening Bandung, Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Senin (18/11/2013).  Ridwan mengatakan Upah Minimum Kota (UMK) Bandung sebesar Rp1,9 juta. Sedangkan kebutuhan hidup l
ARIE C. MELIALA/PRLM
WALI Kota Bandung Ridwan Kamil saat diwawancarai usai memimpin apel di kantor PDAM Tirtawening Bandung, Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Senin (18/11/2013). Ridwan mengatakan Upah Minimum Kota (UMK) Bandung sebesar Rp1,9 juta. Sedangkan kebutuhan hidup layak (KHL) Bandung tercatat Rp1,8 juta.*

BANDUNG, (PRLM).- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan Upah Minimum Kota (UMK) Bandung sebesar Rp 1,9 juta. Sedangkan kebutuhan hidup layak (KHL) Bandung tercatat Rp 1,8 juta. Hal ini dikemukakannya saat ditemui usai memimpin apel di PDAM Tirtawening Bandung, Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Senin (18/11/2013).

"Detail angkanya saya tidak hapal persis, tetapi sekitar angka Rp 1,92 juta. Nilai UMK ini akan dikirim ke gubernur hari ini," kata Ridwan.

Nilai UMK Bandung disampaikan Ridwan mengalami deadlock (buntu). Sehingga akhirnya pemerintah turun tangan dalam penentuannya. Pemerintah sudah mempertimbangkan kondusifitas ekonomi agar tidak sampai terguncang dan juga memenuhi rasa keadilan.

"Dulu UMK Rp 1,52 juta lalu sekarang naik Rp 400 ribu atau menjadi 106 persen KHL. Pengusaha mengusulkan 92 persen KHL atau Rp 1,7 juta sedangkan buruh dengan logika sendiri meminta Rp 2,7 juta," kata Ridwan.

Dengan nilai Rp 1,9 juta, Ridwan mengatakan pemerintah sudah memperhatikan upah sekitar. Ridwan mengaku angka ini atau berapa pun angka UMK, unjuk rasa akan tetap ada. "Saya hadapi saja," katanya. (A-199/A-107)***

Baca Juga

Tekan Harga, Pemerintah Tetapkan HET Bawang Putih

JAKARTA, (PR).- Pemerintah melakukan intervensi dengan mengatur tata niaga bawang putih. Setelah melakukan kesepakatan dengan importir, pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi bawang putih Rp 38 ribu per kg.

Investor Kecewa oleh Persoalan Perizinan di Indonesia

BOGOR, (PR).- Membuka rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan masih ada persoalan yang menyebabkan investor kecewa. Persoalan itu dikatakannya tidak fundamental dan cenderung kecil.