Headlines

Polda Jabar Ungkap Tindak Pidana Perbankan

BANDUNG, (PRLM).- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar berhasil mengungkap kasus tindak pidana Perbankan yang terjadi di PT BPR Sadayana Artha Majalaya senilai Rp 1,2 miliar.

Saat ini status PT BPR Sadayana Artha Majalaya sendiri sudah dilikuidasi. Sementara tindak pidana perbankan itu sendiri terjadi pada 2009-2011 lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Martinus Sitompul mengatakan, dalam kasus tindak pidana perbankan, Ditreskrimsus mengamankan enam orang tersangka, yakni Komisaris utama AN, Direktur Utama ZE, Direktur PT BPR AM, Kabag Operasional PT BPR SR, Account Officer NI dan KHA.

"Kasus tindak pidana ini terjadi pada 2009-2011. Namun saat ini PT BPR Sadayana Artha Majalaya sudah dilikuidasi," katanya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Rabu (13/11/2013).

Martinus mengatakan bahwa modus yang dilakukan para tersangka, yakni dengan cara melakukan penarikan tabungan tanpa seizin nasabah, menarik angsuran kredit yang tidak dicatat dalam pembukuan, pemberian kredit fiktif, dan rekayasa pengeluaran biaya-biaya fiktif.

Martinus menjelaskan, keenam tersangka ini punya peran tersendiri, misalnya SR selaku Kabag Operasional telah melakukan penarikan tabungan milik 10 orang nasabah PT BPR Sadayana Artha Majalaya tanpa seizin dan sepengetahuan para nasabah dengan total nominal Rp. 56.600.000.

Lalu, lanjut Martinus, NI dan KHA selaku Account Officer PT. BPR Sadayana Artha Majalaya melakukan penarikan angsuran kredit 98 debitur PT. BPR Sadayana Artha Majalaya yang tidak tercatat dalam pembukuan atau laporan bank dengan total nominal sebesar Rp. 313.800.000.

Sementara itu, ZE selaku Direktur Utama PT. BPR Sadayana Artha Majalaya, dan AM selaku Direktur PT BPR Sadayana Artha Majalaya dan NI melakukan rekayasa kredit berupa 34 kredit fiktif dan 18 kredit topengan dengan total nominal sebesar Rp. 791.000.000, yang sebagian dananya dipakai oleh AN.

Selain itu, tutur Martinus, ZE dan SR juga melakukan rekayasa pengeluaran biaya-biaya fiktif seperti perjalanan dinas, kegiatan olah raga pegawai, makan dan minum pegawai, dan biaya lembur pegawai dengan total sebesar Rp. 51.500.000. "Akibatnya, kerugian tindak pidana ini mencapai Rp. 1.212.900.000," ujarnya.

Martinus mengungkapkan, selain menangkap para tersangka, penyidik juga mengamankan barang bukti berupa slip setoran BCA KCP Majalaya atas nama Zezen Hasan, 35 foto copy berkas kredit fiktif, 18 foto copy berkas kredit topengan, 60 lembar tiket/voucer asli PT. BPR Sadayana Artha Majalaya yang dipergunakan untuk biaya makan, transportasi, kegiatan operasional dan non operasional karyawan PT. BPR Sadayana Artha Majalaya.

Akibat perbuatannya, kata Martinus, para tersangka ini dijerat pasal 49 Ayat (1) huruf a dan B Undang-Undang No. 7 tahun 1992 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan, dengan ancaman 15 tahun penjara atau denda Rp 200 miliar.(A-211/A-147)***

Komentari di Facebook !