Impian 20 tahun Pejuang, Akhirnya Tercapai

WALI Kota Cirebon Ano Sutrisno (keenam dari kanan, berpeci pakai jas) berfoto bersama dengan muspida dan sejumlah veteran di depan miniatur rancangan Monumen Perjuangan Rakyat Cirebon, seusai peletakan batu pertama pembangunan monumen persis di depan jala
Ani Nunung A/PRLM
WALI Kota Cirebon Ano Sutrisno (keenam dari kanan, berpeci pakai jas) berfoto bersama dengan muspida dan sejumlah veteran di depan miniatur rancangan Monumen Perjuangan Rakyat Cirebon, seusai peletakan batu pertama pembangunan monumen persis di depan jalan masuk Jalan Perjuangan, Minggu (10/11/2013).*

CIREBON, (PRLM).- Impian para pejuang kemerdekaan dan keturunannya agar Kota Cirebon memiliki monumen perjuangan akhirnya tercapai. Setelah lebih dari 20 tahun berjuang, dengan wali kota yang berbeda-beda, momen penting itu akhirnya datang juga.

Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno akhirnya memenuhi keinginan para pejuang kemerdekaan. Monumen Perjuangan Rakyat Cirebon, dibangun persis di mulut Jalan Perjuangan, tepatnya di Jalan Brigjen Dharsono.

Menurut Ano, dipenuhinya impian para pejuang tersebut, merupakan bagian dari tanggung jawab moralnya, kepada para pejuang kemerdekaan. Peletakan batu pertama Monumen Perjuangan dilakukan Ano Sutrisno seusai upacara peringatan Hari Pahlawan, Minggu (10/11/2013).

"Apalagi momennya juga pas Hari Pahlawan," katanya, Senin (11/11/2013).

Dikatakan Ano, monumen perjuangan tersebut bisa menjadi ikon Kota Cirebon yang baru. "Insya Allah, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2014, monumen tersebut sudah bisa diresmikan," katanya.

Ano berharap, monumen itu bisa menjadi inspirasi generasi masa kini dan masa depan, agar bisa mengambil pelajaran dari sejarah perjuangan kemerdekaan kita.

Supriyadi, mantan pejuang yang juga Sekretaris Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), menyambut bahagia dibangunnya Monumen Perjuangan Rakyat Cirebon.

Menurut Supriyadi, keinginan pejuang agar ada monumen peringatan di lokasi tersebut, bukan tanpa alasan. Di lokasi yang saat ini dikenal sebagai Jalan Perjuangan, telah terjadi pembantaian terhadap 15 orang pejuang oleh tentara KNIL tahun 1947.

"Belasan pejuang berusaha menghalangi penjajah Belanda yang hendak membunuh dua orang komandan kompi TKR," katanya. (A-92/A_88)***

Baca Juga