Bupati Bandung Belum Tetap UMK untuk Tahun 2014

BANDUNG RAYA
SEJUMLAH buruh antre membeli minuman buah saat jam istirahat di halaman salah satu pabrik di Jln. Terusan Kopo, 
Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis (7/11/2013). Pemkab Bandung belum menentukan besaran upah minimum kabupaten (UMK) untuk buruh me
USEP USMAN NASRULLOH/PRLM
SEJUMLAH buruh antre membeli minuman buah saat jam istirahat di halaman salah satu pabrik di Jln. Terusan Kopo, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis (7/11/2013). Pemkab Bandung belum menentukan besaran upah minimum kabupaten (UMK) untuk buruh menunggu besaran UMK di kota/kabupaten lain.*

SOREANG, (PRLM).- Bupati Bandung H. Dadang M. Naser belum akan menetapkan Upah Minimum Kabupaten Bandung (UMK) untuk tahun 2014 apabila kabupaten/kota di sekitar Kab. Bandung belum mengambil keputusan. Bupati bahkan akan mengumumkan penetapan UMK sampai “injury time” (di akhir waktu) seperti yang terjadi setahun lalu.

“Sampai saat ini UMK belum ditetapkan karena Upah Minimum Provinsi (UMP) saja belum. Penetapan UMK merupakan hal yang bersifat normatif sekaligus kebijakan dari kepala daerah setelah mendengarkan masukan-masukan dari Dewan Pengupahan,” kata Dadang Naser di sela-sela Festival Kopi Kab Bandung di Lapang Upakarti, Kamis (7/11/2013).

Menurut Dadang Naser, ketika penetapan UMK tahun 2013 sebesar Rp 1.388.888,00 dirinya menunggu penetapan UMK kabupaten/kota sekitarnya baik Kota Bandung, Bandung Barat, Sumedang, maupun Kota Cimahi. “Bahkan, saya kira semua kepala daerah saling mengintip dan saling menunggu penetapan UMK daerah lainnya. Akhirnya semua saling menunggu karena persoalan penetapan UMK merupakan hal yang amat sensitif,” ujarnya.

Perbedaan penetapan besaran UMK kabupaten/kota di Bandung Raya, menurut Dadang Naser, berpotensi menimbulkan gejolak sosial di kalangan para buruh. “Untuk itu, dalam penetapan UMK di wilayah Bandung Raya yang meliputi Kab. Bandung, Kota Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kab. Sumedang harus serempak dan idealnya sama. Jika dalam penetapan UMK 2014 ada perbedaan antara Rp 50.000 - Rp 100.000 saja, tetap akan me­nimbulkan gejolak di kalangan buruh. Berbeda dengan penetapan UMK hanya beda Rp 2.000 - Rp 5.000. Itu dinilai wajar,” jelasnya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Kabel Telefon Sebabkan Kemacetan Lalu Lintas

BANDUNG RAYA
PUZIANTO ZULKARNAEN/PRLM

Mitra Usaha Cipaganti Jangan Terpengaruh Orang Lain

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).-Paguyuban Mitra Koperasi Cipaganti (PMKC) meminta agar mitra usaha Cipaganti yang akan menjadi saksi di persidangan kasus Cipaganti untuk tidak terpengaruh orang lain.

DPRD Cimahi Panggil Manajemen PT BBM Soal Relokasi SDN Baros Mandiri 3

BANDUNG RAYA
RIRIN NF/PRLM

CIMAHI, (PRLM).- Kelanjutan penentuan rencana relokasi SDN Baros Mandiri 3, Komisi IV DPRD Kota Cimahi memanggil PT Bintang Bangun Mandiri (BBM) sebagai manajemen Paris Van Java selaku pemilik lahan yang ditempati sekolah, di DPRD Kota Cimahi Jln. Dra.