Video Pelatihan Pelacur Bocor di Internet

INSTRUKTUR  tengah mengajari para pelacur untuk meningkatkan pelanggan.*
YOUTUBE/PRLM
INSTRUKTUR tengah mengajari para pelacur untuk meningkatkan pelanggan.*

BEIJING, (PRLM).- Sebuah video yang menunjukkan sekelompok pelacur Cina tengah menjalani kursus kilat tentang cara menggunakan internet untuk menjajakan diri telah bocor dan tersebar secara online.

Klip berdurasi dua menit ini dimulai dengan seorang instruktur, seorang wanita yang mengenakan setelan hitam dan kemeja putih, mengatakan kepada para gadis yang hadir bahwa media sosial, seperti Twitter Cina, tidak hanya cara terbaik untuk memasarkan diri bagi 'klien yang kaya' tetapi juga untuk menyedot para 'pecundang'.

"Anda semua ingin memiliki lebih banyak pelanggan, tips yang banyak?" kata instruktur dalam tayangan video itu. "Saya akan mengajarkan Anda bagaimana menggunakan keterampilan media jejaring sosial untuk memperluas basis pelanggan Anda," tambahnya seperti dikutip Daily Mail, Senin (28/10/2013).

Sementara keaslian video itu masih belum diverifikasi, tayangan ini telah menyebar dengan cepat di beberapa situs hosting video seperti Youku, Sohu, dan YouTube.

Tampaknya video ini telah direkam oleh salah satu siswa peserta pelatihan dengan ponselnya dan bocor di internet pada bulan Februari lalu. (Aya/A-147)***

Baca Juga

10 Hal Seputar Kebijakan Imigran Trump yang Harus Diketahui

PRESIDEN Amerika Serikat DonaldĀ Trump menangguhkan program pengungsi AS selama 120 hari. Ia juga melarang imigran dari tujuh negara muslim masuk ke AS, yaitu Suriah, Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman.

Kebijakan Donald Trump Langgar Prinsip Deklarasi Umum HAM

JAKARTA, (PR).- Anggota Komisi I DPR Arwani Thomafi mengatakan, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang melarang masuknya warga dari tujuh negara, yakni Suriah, Iran, Irak, Yaman, Libya, Somalia, dan Sudan, melanggar prinsip-prinsip Deklar

Pelelangan Salinan Dokumen Brexit Dikecam Publik

LONDON, (PR).- Inggris saat ini belum resmi keluar dari Uni Eropa, tetapi prosesnya saat ini sudah dilakukan setelah mayoritas anggota parlemen menyetujui kebijakan Perdana Menteri Theresa May untuk mempercepat proses Brexit.