Video Pelatihan Pelacur Bocor di Internet

INSTRUKTUR  tengah mengajari para pelacur untuk meningkatkan pelanggan.*
YOUTUBE/PRLM
INSTRUKTUR tengah mengajari para pelacur untuk meningkatkan pelanggan.*

BEIJING, (PRLM).- Sebuah video yang menunjukkan sekelompok pelacur Cina tengah menjalani kursus kilat tentang cara menggunakan internet untuk menjajakan diri telah bocor dan tersebar secara online.

Klip berdurasi dua menit ini dimulai dengan seorang instruktur, seorang wanita yang mengenakan setelan hitam dan kemeja putih, mengatakan kepada para gadis yang hadir bahwa media sosial, seperti Twitter Cina, tidak hanya cara terbaik untuk memasarkan diri bagi 'klien yang kaya' tetapi juga untuk menyedot para 'pecundang'.

"Anda semua ingin memiliki lebih banyak pelanggan, tips yang banyak?" kata instruktur dalam tayangan video itu. "Saya akan mengajarkan Anda bagaimana menggunakan keterampilan media jejaring sosial untuk memperluas basis pelanggan Anda," tambahnya seperti dikutip Daily Mail, Senin (28/10/2013).

Sementara keaslian video itu masih belum diverifikasi, tayangan ini telah menyebar dengan cepat di beberapa situs hosting video seperti Youku, Sohu, dan YouTube.

Tampaknya video ini telah direkam oleh salah satu siswa peserta pelatihan dengan ponselnya dan bocor di internet pada bulan Februari lalu. (Aya/A-147)***

Baca Juga

Satu Tersangka Pembunuh Kim Jong Nam Terimbas Racun VX

KUALA LUMPUR, (PR).- Satu dari dua tersangka pembunuh Kim Jong Nam terkena dampak racun VX yang digunakan untuk membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersebut. Hal tersebut diungkapkan Kepala Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar, Jumat, 24 Februari 2017.

Erdogan Meradang, Hubungan Turki-Jerman Menegang

ANKARA, (PR).- Ketegangan antara Turki dan Jerman meningkat pada Jumat. 3 Maret 2017, setelah pemerintah Ankara menuding Berlin berupaya untuk memengaruhi suara warga Turki di Jerman untuk tak memilih Recep Tayyip Erdogan pada refernedum 16 April mendatang.

Cegah Krisis Diplomatik, Belanda Ajak Turki Dialog

ROTTERDAM, (PR).- Setelah berseteru dengan Jerman, Turki kini juga bersitegang dengan Belanda. Pemicunya masih sama, terkait dengan kampanye referendum Turki yang akan digelar 16 April mendatang.