Penetapan Nilai KHL tak Menghasilkan Titik Temu

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Para buruh di Kabupaten Subang mengancam akan menggelar kembali aksi unjuk rasa besar besaran, menyusul deadlocknya penetapan nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Subang tahun 2013. Akibat tak menghasilkan titik temu, penetapan KHL yang dibahas Dewan Pengupahan Kabupaten, Kamis lalu ditunda sementara waktu.

Sedangkan para buruh di Kabupaten Subang tetap pada pendirian mereka, mendesak kenaikan Upah Minimum Kabupaten Subang dari Rp 1,005 tahun 2013 menjadi Rp 2,2 juta tahun 2014 nanti. "Tuntutan kami UMK 2014 harus Rp 2,2 juta per bulan. Itu harga mati, aksi lanjutan akan terus kami lakukan selama belum dipenuhi, termasuk aksi mogok kerja," kata aktivis Aliansi Buruh Subang, Anang Kusnandar, Minggu (13/10/2013).

Menurut Anang, UMK 2013 sebesar Rp 1.005.000 terbukti tidak mencukupi untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup layak para buruh. Sebab, biaya sehari hari yang harus dikeluarkan saat ini jauh lebih besar dari UMK yang diterima. "Kami akan terus mengawal penetapan KHL. Sebab KHL menjadi acuan penetapan UMK. Kemarin penetapan KHL deadlock di satu item lagi yaitu transfortasi," ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Subang, Cahyadi, mengatakan rapat DPK Subang, Kamis, 9 Oktober 2013 pembahasan KHL mengalami jalan buntu. “Dari 60 item komposisi KHL yang dibahas, hanya satu yang belum kami sepakati yakni soal uang transfor,” jelasnya.

Dikatakannya, perwakilan buruh meminta uang transfor Rp 15 ribu per hari per orang. Sedangkan Apindo, hanya setuju Rp 6.500. Apindo mempertahankan angka Rp 6.500 karena sebagian perusahaan di Subang sudah menggunakan angkutan karyawan bagi yang rumahnya jauh dari lokasi pabrik. Padahal, kenyataannya sebagian besar karyawan tinggal di kontrakan. “Tahun 2013, kami sudah memberikan uang transfor Rp 5.000 per hari,” katanya.

Sementara Ketua DPK Subang, Abdurakhman yang juga Sekda Subang, belum bisa memastikan kapan item transfor bisa disepakati. Itu karena ada perbedaan persepsi soal besaran uang transfor yang dituntut buruh dan kesanggupan pengusaha. “Kami akan membahasnya lagi secepatnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan sebenarnya tinggal 1 item lagi dari 60 item KHL yang belum ada kesepatan, 59 item lainnya sudah disepakati. Rapat lanjutan kemungkinan akan digelar lagi akhir bulan ini. Untuk menetapkan KHL pemerintah akan mencari referensi dan informasi ketempat lain terlebih dahulu.(A-116/A-147)***

Baca Juga

Penyelenggara Pilkades Serentak Bisa Terima Dana Pihak Ketiga

JAWA BARAT

CIAMIS, (PRLM).- Kepala desa yang kembali ikut bertarung dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, harus mengundurkan diri dari jabatannya. Sebanyak 76 desa dari 258 desa di seluruh tatar Galuh Ciamis siap menggelar pesta demokrasi ala perdesaan.

Masyarakat Kuningan Waspada DBD

JAWA BARAT
Masyarakat Kuningan Waspada DBD

KUNINGAN, (PRLM).-Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mengingatkan masyarakat di daerahnya agar meningkatkan kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus demam berdarah dengue di lingkungan tempat tinggal serta tempat aktivitasnya masing-masing.

Pengendara Tetap Harus Hati-hati di Jalur Longsor Cijedil

JAWA BARAT
PEMBERSIHAN bekas longsoran terus dilakukan. Sejumlah alat berat dan dum truk dikerahkan untuk membersihkan bekas longsoran yang menutupi bahu jalan di Kampung Pos Desa Cijedil Kecamatan Cugenang Kab. Cianjur.*

CIANJUR, (PRLM).- Jalur jalan yang tertimbun longsor di Kampung Pos Desa Cijedil Kecamatan Cugenang Kab. Cianjur sejak pukul 2.00 WIB, Kamis (14/1/2016) sudah bisa dilalui kendaraan.

Puluhan Personel BTNGC Berlatih SAR di Gunung Ciremai

JAWA BARAT

KUNINGAN,(PRLM).- Sebanyak 40 orang pegawai Balai Taman Nasional Gunung Ciremai meliputi jajaran polisi hutan, pengendali ekosistem hutan, dan para kepala resor, mengikuti pelatihan teori dan praktik teknis Search And Rescue atau pencarian dan pertolongan terhadap orang yang mengalami kecelakaan