Ribuan Buruh Gelar Aksi, Kawal Rapat DPK Saat Bahas KHL 2014

JAWA BARAT
RIBUAN buruh gabungan dari berbagai serikat pekerja di Subang, didukung buruh Purwakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Subang, Kamis (10/10/2013). Mereka datang mengawal rapat dewan pengupahan kabupaten yang tengah
YUSUF ADJI/PRLM
RIBUAN buruh gabungan dari berbagai serikat pekerja di Subang, didukung buruh Purwakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Subang, Kamis (10/10/2013). Mereka datang mengawal rapat dewan pengupahan kabupaten yang tengah membahas Kebutuhan Hidup Layak.*

SUBANG, (PRLM).- Ribuan buruh dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Subang didukung para buruh dari Purwakarta, Kamis (10/10/2013) menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Subang. Mereka datang untuk mengawal jalannya rapat Dewan Pengupahan Kabupaten yang tengah membahas nilai, sekaligus penetapan Kebutuhan Hidup Layak sehingga menjadi patokan dalam menentukan UMK Subang tahun 2014.

Pada saat rapat DPK berlangsung, para buruh yang berada di luar berkumpul dan berorasi. Mereka mendesak DPK bisa memenuhi tuntutan para buruh, yaitu Upah Minimum Kabupaten bisa 100 persen sesuai KHL. Selain itu menuntut pula agar perwakilan buruh yang ikut rapat bersama DPK, tak menandatangi kesepakatan bila KHLnya tidak senilai Rp 2,2 juta.

"Upah kabupaten Subang tahun 2014 harus Rp 2,2 juta. Itu harga mati, tak bisa di tawar-tawar lagi," kata Koordinator Aksi Buruh Subang, Anang Kusnandar, di sela-sela aksinya.

Dia mengatakan aksi yang digelar para buruh kali ini merupakan tahap pertama. Pihaknya datang untuk mengawal jalannya rapat DPK yang tengah membahas nilai KHL Subang.

Dikatakanya, buruh tidak mau kejadian tahun-tahun sebelumnya terulang lagi. Apabila tidak dikawal, pihaknya bisa tak sesuai dengan keinginan dan merugikan buruh. Apabila KHL yang ditetapkan masih juga tak sesuai harapan, para buruh akan terus melakukan aksi lanjutan.

"Tuntutan kami, selain kenaikan UMK Subang juga tetap mendesak agar sistem kerja kontrak outsourcing dihapus," katanya.

Sementara rapat DPK berlangsung, para buruh tetap bertahan dan melakukan orasi di ruas jalan depan kantor Disnakertrans Subang. Dalam orasinya mereka juga mengancam bila tak dikabulkan tuntutan para buruh, pada pemilu legislatif nanti para buruh sepakat tak akan menggunakan hak pilih.

Salah seorang buruh yang ikut aksi Siti Maesaroh (26) mengatakan dirinya mendapat upah Rp 1.250.000/bulan. Upah sebesar itu tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari hari."Buat kosan saja perbulan Rp 400.000, belum makan minimal sekali makan itu Rp 12.000, jadi terus terang gaji segitu belum cukup," katanya. (A-116/A-88)***

Baca Juga

Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuh Tukang Ojek

JAWA BARAT
DUA tersangka pelaku pembunuhan tukang ojek dan perampasan Wawan Kurniawan alias Ciwong (30) warga Blok Gunung Haurseah, Desa Haurseah, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka dan Nana Mulyana (21) warga Desa Sukamulya, Kecamatan Ujungjaya, Sumedang seda

MAJALENGKA,(PRLM).- Dua orang pelaku pembunuhan dan perampasan terhadap tukang ojek Sarifudin (30) warga RT 01 RW 09 Blok Jingkang, Desa Sukadana, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka yang ditemukan tewas di bawah jembatan Andir, Desa Sindanghurip dua hari lalu, berhasil ditangkap tim Jatantr

Empat Pejabat Eselon 2 Pemkab. Subang "Bertukar Tempat"

JAWA BARAT

‪SUBANG,(PRLM).- Empat pejabat eselon II di lingkungan Pemkab. Subang menjalani rotasi, Jumat (31/7/2015).

Untuk Adipura 2015 Kuningan tak Mendapat Penilaain Negatif

JAWA BARAT

KUNINGAN, (PRLM).- Pascapantauan tahap II untuk penghargaan adipura tahun 2015, Kabupaten Kuningan sampai saat ini tidak mendapatkan catatan negatif dari tim tersebut atas berbagai item penilaian penentu layak tidaknya suaru daerah memperoleh penghargaan tersebut.

Kekeringan di Karawang Meluas

JAWA BARAT

KARAWANG, (PRLM).- Kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Karawang semakin meluas. Jika sebelumnya kekeringan hanya terjadi di 20 kecamatan, kini bencana tersebut telah menimpa 21 dari 30 kecamatan yang ada di daerah lumbung padi itu.