Megawati Pecat Fran Lukman sebagai Ketua DPC PDIP Cilacap

POLITIK

CILACAP, (PRLM).- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri memecat Ketua DPRD Cilacap Jawa Tengah Fran Lukman sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Cilacap.

Pemecatan sebagai Ketua DPC PDIP Cilacap berdasarkan Surat Keputusan nomor 352/KPTS/DPP/X/2013 tentang pembebastugasan H Fran Lukman SSos MM dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cilacap an tertanggal 3 Oktober 2013.
SK tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dan Sekretaris Jenderal Tjahyo Kumolo.

Keputusan pencopotan merupakan hasil sidang DPP PDI Perjuangan pada 26 September 2013, yang menyebutkan pem bebastugaskan Fran dari jabatannya sebagai ketua DPC PDIP Cilacap masa bakti 2010-2015.

Hasil sidang sekaligus menunjuk dan mengangkat Bona Venturura Sulistiana SH yang menjabat Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah sebagai PLH Ketua DPC PDI Perjuangan Cilacap masa bakti 2010-2015.

Informasi mengenai pembebastugasan Fran Lukman yang kini masih menjabat sebagai Ketua DPRD Cilacap sudah santer terdengar dalam beberapa pekan terakhir.

Fran Lukman merupakan tokoh yang disegani di Cilacap dia sudah menjabat sebagai Ketua DPRD selama dua periode. Dan duduk di lembaga legislatif daerah selama dua periode dari fraksi PDIP.

Mantan Ketua DPC PDIP CIlacap, H Fran Lukman SSos MM mengaku tidak kaget dengan terbitnya surat keputusan tentang pencopotan dirinya. Hal ini dikarenakan kabar pencopotan sudah beredar cukup lama di kalangan internal maupun eksternal partai berlambang moncong putih tersebut.

Bahkan isu tersebut sudah berhembus sejak saat sebelum Pemilihan Gubernur beberapa bulan yang lalu.

“Saya tidak kaget dengan pencopotan ini. Biasa aja dan tidak ada masalah. Mungkin Bu Mega sayang sama saya, makanya suruh berhenti. Apalagi umur saya sudah tua. Kalau suruh berhenti sendiri kan ga mau, karena periode saya sampe 2015. Jadi makanya lahir keputusan ini,” kata Fran Lukman Selasa (8/10/13).

Diakui pencopotan tersebut bukan tanpa dasar, DPP sebenarnya mengambil keputusan untuk mengakhiri jabatannya sebagai Ketua PDIP atas usulan dari 13 pimpinan anak cabang.

"Sebelumnya ada 13 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP yang berangkat ke DPP. Mereka yang mendesak agar saya dipecat sebagai Ketua DPC,"terang Fran Lukman.

Bahkan mereka ke 13 PAC mengancam akan mengundurkan diri jika tuntutan mereka tidak dikabulkan DPP.

Meski sudah dicopot sebagai Ketua DPC, Fran Lukman yang tumbuh besar di PDIP tetap akan berjuang untuk partainya. "Saya tetap akan berjuang untuk PDIP. Ke depan akan konsentrasi untuk pencalegan, ya seperti apa yang sudah diputuskan oleh DPP,” terang Fran.(A-99/A-108)***

Baca Juga

Pilkada Serentak 2015

Rekomendasi Palsu di Pilkada Cederai Demokrasi

POLITIK

BANDUNG, (PRLM).- Beredarnya dugaan surat rekomendasi palsu yang diberikan sejumlah partai politik kepada bakal pasangan calon kepala daerah yang akan maju pada pilkada serentak di Tanah Air sangat memprihatinkan.

Lumbung Kosong tak Ada Dalam Demokrasi

POLITIK

JAKARTA,(PRLM).- DPR RI menegaskan tak ada dalam demokrasi dan Pilkada itu melawan lumbung kosong, sehingga calon tunggal jika sampai pada batas perpanjangan pendaftaran juga tetap tunggal, maka sebaiknya Pilkada itu harus ditunda sampai 6 bulan ke depan atau tetap sampai 2017.

Ada Mobilisasi, Bawaslu Awasi Khusus Petahana di 12 Kab/Kota

POLITIK

SEMARANG, (PRLM).- Sebanyak 12 kabupaten/kota dari 21 kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada serentak dalam pengawasan khusus Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah. Majunya para petahana berpotensi "memainkan" PNS, birokrasi, dan anggaran daerah agar bisa menang Pilkada.

Koordinasi Kabinet Akan Lebih Mantap Pasca Reshuffle

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Kalangan DPR merespons positif pergantian Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK. Dewan memiliki harapan yang cukup tinggi dari enam menteri baru ini. Reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi sudah tepat, karena selama ini tidak ada koordinasi yang baik di antara sesama menteri.