Headlines
Program Rehabilitasi Irigasi Kecil 2013

BBWS Tumbuhkan Partisipasi dan Kemandirian Warga Tani

NURUDIN/"PRLM"
NURUDIN/"PRLM"
Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS) membangun infrastruktur termasuk irigasi dengan melibatkan kemandirian masyarakat.*

CIREBON (PRLM).– Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS), terus berkomitmen membangun kemandirian dan partisipasi masyarakat tani. Pada tahun 2013 ini saja, ada sekitar 172 desa di 6 Kabupaten menerima Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Irigasi Kecil atau P4-ISDK-IK.

“Program ini merupakan subsidi BBM yang dialihkan ke Bansos dengan sumber dana APBN sebagai konvensasi dicabutnya subsidi BBM. Tujuannya menumbuhkan partisipasi dan kemandirian masyarakat tani. Dimana berdasarkan UU SDA kewenangannya dibawah 1000 hektar,” ujar Ir H Bebi Hendrawibawa MT Kepala Bidang PJPA sekaligus merangkap Kepala Satuan NVT PJPA, BBWS Cimanuk Cisanggarung. Senin (7/10)

Menurut Bebi, alokasi bantuan yang dikucurkan Satuan Kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung bagi 172 desa merupakan program khusus Kementrian Pekerjaan Umum bagi Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan (P4) yang terdiri dari Infrastruktur Permukiman, Sistem Pengembangan Air Minum dan Infrastruktur Sumber daya Air.

Sementara penetapan lokasi ditangani dan divalidasi oleh Tim Pelaksana Balai (TPB), Tim Pendamping Masyarakat (TPM), Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang identik dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), kemudian diajukan oleh BBWS ke Dirjen Pekerjaan Umum, setelah itu ditetapkan oleh Ketetapan Menteri.

Dijelaskan, untuk masyarakat penerima bantuan yang disebut juga Kelompok penerima Manfaat (KPM) adalah Perkumpulan petani pemakai air (P3A) yang telah berbadan hukum, yang telah disahkan dengan SK Kepala Daerah, Kelompok petani yang disahkan dengan Akte Notaris dan kelompok petani yang disahkan dengan SK Kepala Desa.

"Jenis belanjanya adalah belanja bantuan sosial untuk pekerjaan fisik dan belanja barang dilakukan untuk tenaga pendamping yang terdiri dari konsultan manajemen pusat, konsultan pendamping dan tenaga pendamping masyarakat (TPM), sedang jenis kegiatannya adalah rehabilitasi jaringan irigasi yaitu saluran pembawa baik primer, sekunder dan/atau tersier, saluran pembuang, bangunan irigasi, jalan inspeksi dan bangunan pelengkap seperti gorong-gorong, tangga cuci, tempat mandi hewan dan lain-lain. " katanya.

Disebutkan, dari 172 desa penerima program P4-ISDA-IK diantaranya di Kabupaten Garut, Sumedang, Kuningan, Majalengka, Kabupaten Cirebon dan Indramayu, masing-masing menerima bantuan sebesar Rp178 juta/desa. Dana sebesar itu akan dimanfaatkan bagi program P4-ISDK dan Irigasi Kecil.

“Program Bansos bertujuan agar petani pemakai air bisa sejahtera. Kemudian TPM sendiri tugasnya untuk menjadi pendamping terutama dalam menyangkut tugas-tugas P3A, seperti pembuatan proposal, survai lapangan dan lainnya. Namun yang penting dari semua ini masyarakat tani bisa aktif, mandiri dan sejahtera,” ucap Bebi.

Selain itu program P4-ISDA-IK ini, juga dalam rangka membantu pemerintah daerah khususnya rehabilitasi irigasi kecil dan tadah hujan.

“Rencananya program ini akan dilanjutkan juga pada tahun depan, karena program ini bisa menumbuhkan kemandirian dan partisipasi masyarakat tani, terutama dalam kegiatan rehabilitasi irigasi kecil. Selain itu pogram P4-ISDK-IK juga direspon positif Komisi V DPR RI. Yang penting dalam pelaksanaanya dilakukan secara transparansi, tepat sasaran, bisa dipertanggungjawabkan, agar terus bisa berkesinambungan dan melahirkan manafaat bagi para petani,” tegas Ir H Bebi Hendrawibawa MT yang juga membawahi PPK Irigasi dan Rawa, PPK Irigasi Leuwi Go’ong, Pengelolaan Air Tanah (PAT) dan Penyediaan Air Baku (PAB). (din/A-107)***