Hasil CSOM APEC 2013 akan Disahkan Presiden SBY pada KTT APEC 7-8 Oktober

NUSA DUA, (PRLM).- Sebelum pertemuan akhir pejabat senior (SOM) APEC 2013 yang berlangsung di Bali, 1-2 Oktober 20113 ini, para pejabat senior dari 21 negara anggota APEC juga telah melakukan serangkaian pertemuan di Indonesia, yakni di Bali dan Medan. Sementara CSOM APEC yang berlangsung 1-2 Oktober di Laguna Resort, Bali, merupakan pertemuan terakhir pejabat senior APEC.

Setelah rangkaian SOM ini selesai, maka hasil-hasilnya akan dibawa pada pertemuan APEC Ministrial Meeting (tingkat menteri) pada 4-5 Oktober 2013. Dari sini, hasil tersebut akan dibawa ke pertemuan APEC tingkat kepala pemerintahan untuk disahkan.

Karena Indonesia adalah tuan rumah, hasil akhir SOM yang telah disetujui dalam pertemuan tingkat menteri akan disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada KTT APEC 7-8 Oktober 2013. (A-133/A-108)***

Baca Juga

Patrialis Harus Jadi Hakim Terakhir yang Berkasus Suap

JAKARTA, (PR).- Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil di Jakarta, Kamis, 26 Januari 2017 menyebutkan Operasi Tangkap Tangan salah seorang Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) adalah suatu musibah besar bagi bangsa.

Penerbangan Imlek, tak Ada Toleransi Kesalahan

JAKARTA, (PR).- Para operator penerbangan diingatkan untuk terus menjaga dan meningkatkan keselamatan terkait liburan Tahun Baru Imlek. Dengan demikian, pihak maskapai dapat lebih siah dalam memberi pelayanan kepada penumpang dan mampu menekan penyimpangan dan pelanggaran sekecil apapun.

Pemerintah Diminta Ambil Sikap Terkait Kebijakan Diskriminatif Trump

JAKARTA, (PR).- Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melarang masuknya warga negara dari tujuh negara muslim yakni Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Syria atau Yaman ke Amerika Serikat sangatlah diskriminatif.

JPU Tuntut Pencabutan Hak Politik Irman Gusman dan 7 Tahun Bui

JAKARTA, (PR).- Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman dituntut tujuh tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider lima bulan kurungan ditambah pencabutan hak politik karena dinilai terbukti menerima Rp 100 juta dari pemilik CV Semesta Berjaya.