PT Askes Buka Kantor Cabang Soreang

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).-PT Askes membuka kantor baru yakni cabang Soreang di Jln. Terusan Alfathu, Senin (30/9), yang diresmikan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser. Pembukaan kantor cabang baru sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kab. Bandung.

"Pada 1 Januari 2014 PT Askes akan menjadi badan layanan publik Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) sesuai dengan aturan pemerintah," kata Direktur Pelayanan PT Askes, dr. Fajri Adi Nur.

BPJS yang langsung di bawah presiden merupakan badan nirlaba untuk melindungi masyarakat. "Kami tak lagi diberikan target pendapatan sejak tahun 2007 lalu sebagai persiapan untuk BPJS kesehatan. Kami hanya diperbolehkan mengambil 10 persen dari iuran premi kesehatan untuk kepentingan pembangunan gedung dan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan," katanya.

Mulai awal tahun 2014, kata Fajri, semua jaminan kesehatan PNS, TNI, Polri, pensiunan PNS dan TNI, veteran, dan semua anggota Jamsostek masuk ke BPJS kesehatan.

"Termasuk warga masyarakat yang masuk Jamkesmas akan otomatis dimasukkan ke BPJS kesehatan. Jumlah peserta Jamkesmas yang semua iurannya ditanggung pemerintah sejumlah 86,4 juta orang," katanya.

Bahkan, pada akhir tahun 2016 semua warga harus masuk ke asuransi kesehatan dalam wadah BPJS kesehatan. "Bahkan, pembantu rumah tangga juga harus masuk ke BPJS kesehatan. Iuran premi ada yang ditanggung pemerintah seperti Jamkesmas maupun membayar sendiri bagi orang mampu," katanya.(A-71/A-107)***

Baca Juga

Krisis Air Bersih di Timur Bandung

BANDUNG RAYA
Krisis Air Bersih di Timur Bandung

Pemkab Bandung Barat Tahun Ini tak Terima CPNS

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).-Pemerintah Kabupaten Bandung Barat saat ini kekurangan sekitar 3.000 pegawai negeri sipil, sebagian besar untuk tenaga pengajar atau guru.

Rp 20 M untuk Revitalisasi Pasar Simpang Dago

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Pasar Simpang Dago Kota Bandung menjadi salah satu titik yang menjadi prioritas untuk program revitalisasi. Pembangunan fisik pasar tradisional tersebut diperkirakan bisa dimulai tahun depan dengan perkiraan anggaran sekitar Rp 20 miliar.

Saksi Ahli Sebut Alat PDT PT Pos tak Bermasalah

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).-Kasus korupsi yang melilit mantan Direktur Utama PT. Pos Indonesia terus bergulir dan terakhir sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi ahli. Salah satu saksi ahli yakni Dosen (Lektor) Rekayasa Trafik dan Rekayasa Jaringan Universitas Telkom, Ahmad Tri Hanuranto.