Indonesia, Timor Leste, dan Australia Pererat Hubungan

LUAR NEGERI

NEW YORK, (PRLM).- Hubungan yang semakin erat serta kerja sama yang semakin mendalam antara Indonesia, Timor Leste, dan Australia, merupakan dasar penting dalam mengembangkan kemitraan trilateral di berbagai sektor. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, seusai Pertemuan Trilateral Indonesia – Timor Leste – Australia di New York.

Menlu Marty menilai hubungan ketiga negara juga semakin matang, yang tercermin dari berkembangnya pembahasan dalam forum mengenai berbagai prakarsa yang bersifat konkrit dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ketiga negara.

“Pertemuan kali ini juga membahas upaya-upaya meningkatkan konektivitas kawasan untuk memperkuat hubungan sosial dan ekonomi dalam kerangka Kerjasama Trilateral,” lanjut Menlu Marty.

Menlu RI menggarisbawahi bahwa ketiga negara ini adalah negara yang mempunyai banyak kesamaan kepentingan yang menyangkut masalah-masalah misalnya masalah lingkungan hidup, masalah bencana alam, dan juga upaya untuk meningkatkan konektivitas. Tadi tema besar/tema utama dalam pembahasan adalah bagaimana kita bisa meningkatkan konektivitas antara ketiga negara tersebut khususnya Indonesia bagian timur, Australia bagian utara dan Timor Leste, misalnya penambahan jalur penerbangan, pembangunan infrastruktur fisik di kawasan.

"Jadi tadi dibahas work program atau rencana aksi ke depan untuk bisa meningkatkan kerjasama diantara ketiga negara tersebut. Bentuk kongkritnya sudah ada, berkat upaya selama satu tahun terakhir ini misalnya, telah ada jalur penerbangan antara Darwin– Denpasar kemudian antara Darwin – Dili. Saat ini masih ada kevakuman atau belum terdapat konektivitas antara Darwin – Kupang – Dili. Ini adalah jalur penerbangan yang ingin kita dorong agar ada arus wisata dan arus dinamika ekonomi yang lebih meningkat. Tadi juga disepakati untuk melibatkan pihak swasta dan private sector untuk bisa meningkatkan kerjasama diantara ketiga negara ini. Kita tadi juga mengingatkan bahwa pemerintah hanya bisa memfasilitasi, oleh karena itu perlu didorong keterlibatan dari pihak non-pemerintah, perusahaan swasta dan lainnya dan terutama dengan melibatkan adanya promosi bersama di bidang pariwisata di kawasan tersebut, di kawasan Indonesia bagian timur, Australia Barat, Australia Timur dan Timor Leste," ujar Marty.

Kesempatan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk membangun di Timor Leste potensinya sangat besar bahkan Indonesia saat ini telah berkembang menjadi salah satu mitra ekonomi terpenting bagi Timor Leste di bidang telekomunikasi, pembangunan infratruktur, jalan raya, jembatan, dan lain-lain. Jumlah mahasiswa Timor Leste di Indonesia adalah yang terbesar dibandingkan dengan di negara-negara lainnya.

Timor Leste sangat banyak menaruh harapan kepada Indonesia dan pola hubungan ekonominya dapat dikatakan saling menguntungkan, jadi sifatnya bukan merupakan program bantuan tetapi merupakan sesuatu yang juga membawa manfaat dan menguntungkan bagi Indonesia, khususnya Indonesia bagian timur karena kita menginginkan antara Timor Leste dan propinsi Nusa Tenggara Timur bisa dikembangkan kerjasama yang saling menguntungkan, antara lain juga kerjasama di bidang peternakan sapi.

Pertemuan Trilateral Menteri Luar Negeri Indonesia – Timor Leste – Australia diselenggarakan tiap tahun di sela-sela high level segment Sidang Majelis Umum PBB sejak tahun 2002. Pertemuan ini dimaksudkan sebagai forum memperkuat dialog di antara ketiga negara yang bertetangga tersebut, dan mengembangkan kerjasama di berbagai sektor. Sedangkan Pertemuan Trilateral tingkat Kepala Negara untuk pertama kalinya diselenggarakan pada bulan November 2012.(A-147)***

Baca Juga

Bos Pemurah, 114 Karyawan Diberi Bonus 150 Kali Gaji

LUAR NEGERI

PRLM - Lebih dari 100 pekerja di sebuah perusahaan makanan daring di Turki akan menerima bonus 17 juta pounds (Rp 359 miliar) setelah bos mereka memutuskan mereka layak untuk mendapatkan keuntungan dari penjualannya.

Mullah Mansour Pemimpin Baru Taliban

LUAR NEGERI

KABUL, (PRLM).- Sumber yang dekat dengan pemimpin Taliban Afghanistan mengatakan bahwa kelompok itu telah memiliki seorang pemimpin baru menyusul kematian pemimpin mereka Mullah Omar.

Orang nomor dua di Taliban, Mullah Mansour kini menempati posisi tersebut.

Publik Diminta tak Tarik Kesimpulan Dini Soal Puing di Reunion

LUAR NEGERI

CANBERRA, (PRLM).-Berbeda dengan Malaysia yang belum berani menyebutkan puing di La Reunion itu milik MH370, pemerintah Australia yang selama setahun terakhir ini memimpin investigasi pencarian MH370 di Samudera Hindia bagian selatan, menyebutkan kalau potongan pesawat tersebut kemungkinan besar

Diselidiki Jatuhnya Jet Pribadi Keluarga Osama Bin Laden

LUAR NEGERI
Diselidiki Jatuhnya Jet Pribadi Keluarga Osama Bin Laden

HAMPSHIRE, (PRLM).- Kepolisian Hampshire dan Penyelidik Kecelakaan Udara Inggris sedang menyelidiki jatuhnya pesawat pribadi yang membawa anggota keluarga Osama bin Laden. Tiga penumpang dan pilot tewas ketika pesawat jatuh di dekat Bandara Blackbushe, Jumat (31/7/2015).