Sosialisasi Masih Minim

Braga Festival 2013 Harus Memuaskan Masyarakat

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Penyelenggaraan Braga Festival 2013 diharapkan membekas di hati warga Kota Bandung. Oleh sebab itu, profesionalitas panitia penyelenggara menjadi keharusan dalam menghelat festival tersebut.

Demikian disampaikan Rois Am Majelis Sastra Bandung Matdon kepada "PRLM" di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (24/9/2013). "Festival harus memuaskan kegembiaraan rakyat karena ada beragam pertunjukan kesenian kegiatan niaga," ucap Matdon. Akan tetapi, dia menilai, penyelenggaran Braga Festival yang telah berlangsung beberapa kali itu baru memuaskan panitia saja.

Hal tersebut, menurut Matdon disebabkan masih minimnya sosialisasi acara kepada masyarakat. "Warga baru sebagian yang tahu Braga Festival," ucapnya. Selain itu, ketidakprofesionalan panitia juga sempat dialami oleh para pengisi acara. "Seperti yang dialami Ahda Imran saat menjadi moderator Braga Festival 2012 yang telat dibayar," ujar Matdon. Nasib serupa juga dialami Hermana pengisi kesenian badawang.

Matdon pun meminta panitia penyelenggara Braga Festival 2013 untuk profesional dalam menghelat acara. Baginya, sebuah festival membekas di hati masyarakat saat memberikan kegembiraan dan manfaat. "Contohnya dalam festival kerap ada workshop dan pelatihan untuk masyarakat. Jangan sampai sesudah pelatihan dan festival, masyarakat jangan dibiarkan saja tanpa ada tindak lanjut," tutur Matdon.

Akhirnya, Braga Festival hanya sekadar tema yang tak memiliki manfaat untuk masyarakat. "Makanya di Bandung sebetulnya hanya ada dua festival yang ajeg yakni Festival Film Bandung dan festival PKL di Gasibu," ucapnya. Sedangkan, Braga Festival, menurut Matdon baru berlangsung beberapa kali dan belum berbekas bagi masyarakat.

"Banyak festival di Bandung yang berjalan tersendat, seperti festival sastra, pasar seni ITB, Bandung dance festival. Penyelenggaraan festival itu dijanjikan setahun atau dua tahun tetapi susah berjalan karena minimnya perhatian pemerintah dan pengetahuan panitia," ujar Matdon. Selain pembenahan penyelenggaraan CFD, dia berharap Braga Festival tetap menyajikan karakter Kota Bandung yang plural. (A-201/A-147)***

Baca Juga

Serasa Kawasan "Car Free Day" di Jln. Asia-Afrika

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Kawasan sekitar Jln. Asia-Afrika, Kota Bandung dan sekitarnya seakan menjadi areal "Car Free Day" (CFD) atau bebas kendaraan, Sabtu (25/4/2015). Ribuan orang bebas berjalan-jalan di jalan yang dahulu merupakan Jalan Raya Pos.

Sebulan, Sampah di Kab Bandung tidak Diangkut

BANDUNG RAYA
Sebulan, Sampah di Kab Bandung tidak Diangkut

TP PKK Cisaranten Kidul Gelar Diskusi

BANDUNG RAYA
TIM Penggerak PKK Cisaranten Kidul  mengadakan workshop dengan tema "Demi Menjiwai Api Juang Kartin" di  Gedung Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

Pasar Ciroyom Bisa Seperti Tanah Abang

BANDUNG RAYA
Pasar Ciroyom Bisa Seperti Tanah Abang

BANDUNG, (PRLM).- Penataan pasar tradisional Ciroyom yang sudah dilengkapi berbagai fasilitas umum diapresiasi Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Jawa Barat Dadang Suganda.