Kasus Jihad al-Nikah di Suriah Ramai Dibicarakan Warga Tunisia

LUAR NEGERI

TUNIS, (PRLM).- Masalah jihad al-nikah kini ramai diberitakan media Tunisia dan sejumlah negara Arab setelah ratusan perempuan Tunisia pergi ke Suriah untuk melayani hasrat seks pasukan oposisi.

Setiap perempuan Tunisia yang melakukan jihad al-nikah itu dipaksa untuk berhubungan seks sampai dengan 100 pasukan oposisi. Bahkan, saat kembali ke Tunisa, sebagian wanita Tunisia itu dalam kondisi hamil yang akhirnya menimbulkan persoalan besar. Hal itu terungkap setelah pemerintah Tunisia mengumumkan kebijakan baru yang melarang perempuan Tunisia di bawah usia 35 tahun untuk pergi ke Suriah.

"Para gadis Tunisia ini pergi untuk melakukan jihad al-nikah, melayani nafsu seksual para pasukan oposisi," kata Menteri Dalam Negeri Tunisia Lotfi Bin Jeddo. Akibat insiden ini, pemerintah kini melarang kaum perempuan Tunisia berusia di bawah 35 tahun untuk pergi ke Suriah.

Sementara dalam laporan laman Time, Minggu (22/9/13), warga Muslim mengecam jihad seks tersebut karena dalam Islam, hubungan seks sebelum nikah itu dilarang. Salah seorang warga Arab Mohammed Alaa Ghanem mengatakan, praktik jihad seks tak ada dalam Islam. Yang ada adalah "muta nikah" atau kawin untuk kenikmatan. Ghanem menegaskan, di kalangan sunni, praktik nikah muta ini diharamkan. (A-133/A-108)***

Baca Juga

Jepang dan AS Siapkan Sanksi untuk Korut

LUAR NEGERI

TOKYO, (PRLM).- Jepang dan AS sepakat untuk memimpin diskusi di Dewan Keamanan PBB guna memberikan sanksi yang lebih keras kepada Korea Utara.

Palestina Berterima Kasih Dibangunnya RS Indonesia di Gaza

LUAR NEGERI

JAKARTA, (PRLM).- Rakyat Palestina sangat berterima kasih atas dibangunnya Rumah Sakit Indonesia di Palestina. RS itu sangat membantu rakyat Palestina yang mengalami musibah atau pun sakit.

PM Australia akan Berkunjung ke AS Bahas Isu Keamanan

LUAR NEGERI

SYDNEY, (PRLM).- Perdana Menteri Australia hari Sabtu (9/1/2016) mengatakan akan membahas dengan Presiden Barack Obama masalah keamanan regional dan upaya memerangi gerakan ISIS pada waktu dia mengunjungi Washington bulan ini.

Polisi dan Pendukung Anti-migran Bentrok di Cologne

LUAR NEGERI

COLOGNE, (PRLM).- Polisi anti huru-hara menggunakan water cannon untuk membubarkan protes anti-migran di Kota Cologne, Jerman.