Hari Nusantara 2013 akan Digelar Desember Mendatang

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah akan menggelar kegiatan kebaharian “Hari Nusantara 2013” dan dijadwalkan berlangsung di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Desember mendatang. “Setinggi Langit Sedalam Samudera Potensi Pariwisata dan Kreativitas Nusantara yang Tak Terhingga” menjadi tema peringatan even monumental itu.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengatakan, Hari Nusantara mempunyai makna penting bagi Bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan. Kegiatan ini dapat menjadi peringatan pemersatu bangsa.

"Untuk membangun konsep kebangsaan salah satunya adalah dengan kegiatan monumental yang memiliki benang merah untuk mempersatukan seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke," ujar Sapta di Jakarta, Kamis (19/9/13).

Dia menuturkan, kegiatan ini bertujuan memotivasi anak bangsa untuk menggali (potensi kelautan) dan menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kemudian, menyatakan kepada dunia internasional bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi laut yang melimpah.

Dijelaskan, beragam kegiatan akan dilangsungkan, mulai dari kontes foto bawah laut Indonesia (World Underwater Photo Contest), turnamen memancing, pameran ekonomi kreatif, lomba kemaritiman, seminar kelautan nasional, penanaman bakau, bersih laut, dan lain-lain.

Menurut catatan, “Hari Nusantara” diperingati setiap tahun. Kegiatan itu merupakan penekanan kembali pada Deklarasi Juanda 1957 yang menyatakan bangsa Indonesia menjadi negara kepulauan (archipelagic state) sebagai konsepsi kewilayahan untuk mewujudkan Wawasan Nusantara.(A-94/A-108)***

Baca Juga

Mahasiswa UGM Asal Bekasi Meninggal Terjatuh dari Lantai Dua

YOGYAKARTA, (PR).- Seorang mahasiswa D3 Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Bekasi, Eko Nur As'adi, meninggal pada pukul 19.00 setelah terjatuh dari lantai 2 salah satu gedung di Sekolah Vokasi pada Sabtu 16 Spet

Luhut: Jangan Habiskan Energi Membicarakan G 30 S/PKI

JAKARTA, (PR).- Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengimbau masyarakat agar tidak menghabiskan energi membicarakan G 30 S/PKI. Menurut dia, ancaman robotic yang bisa mengancam lapangan pekerjaan justru lebih penting untuk dibicarakan.