Bendera Macan Ali Simbol Kesultanan Cirebon di Rotterdam Belanda

SENI BUDAYA

BANDUNG, (PRLM).- Keberadaan bendera “Macan Ali” uang menjadi lambang atau panji Kesultanan Cirebon hingga kini masih tersimpan di Museum Rotterdam Belanda. Sementara duplikat Macan Ali yang dibuat Kanjeng Gusti Putri Mangkunegara ke VII (1976) tersimpan di Museum Tektil Indonesia di Jakarta.

“Kita belum mengetahui apakah Macan Ali yang di (Museum) Rotterdam tersebut asli atau duplikat seperti yang dibuat Kanjeng Gusti Putri Mangkunegara. Karena sampai saat ini barang-barang pusaka milik Keraton Cirebon ada di Surakarta dan Jogyakarta atau sebaliknya dan bahkan ada di kolektor,” ujar Prof. Dr. A. Sobana Hardjasaputra, M.A, dalam paparan makalahnya padaSeminar Bendera Kesultanan Cirebon dalam Peran dan Fungsinya” bertempat di Auditorium Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Rabu (11/9/13).

Terhadap keberadaan Bendera Macan Ali tersebut, pembicara lainnya, Drs. Tawalluddin Haris, M.S., mengatakan, fungsi dari bendera Macan Ali tidak hanya sebagai lambang, identitas atau simbol, tetapi dipandang sebagai regalia yang memiliki kekuatan magis. Benda yang dipercaya mendatangkan keselamatan atau kebaikan bagi seseorang atau masyarakatnya.

Namun demikian, terhadap keberadaan bendera Macan Ali sebagai simbol yang memiliki makna hingga kini masih belum lengkap dan dibutuhkan penelitian lebih jauh. Karenanya baik para pembicara mapun peserta seminar berharap pemerintah Indonesia melakukan upaya untuk meminta bendera Macan Ali yang aslinya, selain sebagai upaya penyelamatan sejarah juga kepentingan penelitian. (A-87/A-108)***

Baca Juga

Aksi Kamisan, Melawan Ketidakadilan dengan Berkesenian

SENI BUDAYA
Aksi Kamisan, Melawan Ketidakadilan dengan Berkesenian

Cepot akan Ber-Imlek-an di Kota Solo

SENI BUDAYA

SOLO, (PRLM).- Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2567 atau tahun Masehi 2016 ini, tokoh Cepot dalam wayang golek tradisional Pasundan akan "menyemarakkan" Kota Solo.

Menikmati Seni Main-main Eko Nugroho

SENI BUDAYA

JAKARTA, (PRLM).- Saat saya membuka pintu Galeri Salihara, Jakarta, pemandangan piramida setinggi tiga meter yang terbentuk dari puluhan tabung gas ukuran 12 kilogram langsung menyambut.

Pameran Tiga Pelukis Indonesia di Darwin, Usung Tema Aborigin

SENI BUDAYA

DARWIN, (PRLM).- Tiga pelukis Indonesia, Nyoman Sani, Made Budhiana, dan Wayan Wirawan, mengusung tema aborigin dalam karya mereka yang akan dipamerkan pada Northern Centre for Contemporary Art di Darwin, mulai 23 Januari hingga 16 Februari 2016.