KPK Bersedia Bantu Kepolisian Ungkap Kasus Penembakan Polisi

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersedia membantu kepolisian dalam mengungkap kasus penembakan polisi yang terjadi di depan Gedung KPK, Selasa (10/9/13). Termasuk jika kepolisian membutuhkan rekaman CCTV yang ada di pintu gerbang KPK.

Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan, polisi yang tertembak bukanlah pegawai KPK. Polisi tersebut juga tidak sedang berjaga di Gedung KPK. "Kami tidak tahu siapa atau tugas yang sedang dikerjakan," katanya kepada "PRLM", Selasa (10/9/13) malam.

Johan mengatakan, KPK akan membantu polisi dalam mengungkap kasus penembakan ini. Salah satunya dengan membuka rekaman CCTV kepada polisi. "Kalau memang diperlukan, kami akan buka. Tergantung apakah diperlukan atau tidak," ujarnya.

Ia menambahkan, KPK mempunyai CCTV yang terpasang di gerbang KPK, dekat dengan lokasi penembakan. Satu CCTV lainnya terpasang di atas Gedung KPK. "Mana yang dibutuhkan, nanti dilihat," katanya. (A-170/A-108)***

Baca Juga

Rica Ditemukan, Polisi Kebanjiran Laporan Orang Hilang

NASIONAL

YOGYAKARTA, (PRLM).- Pasca ditemukannya dokter Rica dan anaknya, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda DIY kebanjiran laporan orang hilang. Keluarga yang melapor khawatir bahwa anggota keluarganya yang hilang ikut terlibat dalam perekrutan oleh organisasi tertentu.

Pria Berkulit Hitam Diduga Sebagai Pelaku Bom dan Penembakan

NASIONAL
JAKARTA, (PRLM).- - Kejadian penembakan dan pengeboman di Jalan Sarinah, Jakarta Kamis (14/1/2016) Jakarta pagi ini menimbulkan pertanyaan siapa yang berada di balik pengeboman.
 

Kapolda Jakarta: ISIS di Balik Serangan Bom Jakarta

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Lima teroris yang menyerang Jakarta, Kamis (14/1/2016) pagi, termasuk dua pengebom bunuh diri, telah terbunuh setelah sebelumnya sempat terjadi baku tembak antara polisi dengan para penyerang.

Pemerintah Targetkan Pencetakan 90 Juta KIS

NASIONAL

NGAMPRAH, (PRLM).- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, pemerintah menargetkan pencetakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan sebanyak 90 juta lebih.