KPK Bersedia Bantu Kepolisian Ungkap Kasus Penembakan Polisi

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersedia membantu kepolisian dalam mengungkap kasus penembakan polisi yang terjadi di depan Gedung KPK, Selasa (10/9/13). Termasuk jika kepolisian membutuhkan rekaman CCTV yang ada di pintu gerbang KPK.

Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan, polisi yang tertembak bukanlah pegawai KPK. Polisi tersebut juga tidak sedang berjaga di Gedung KPK. "Kami tidak tahu siapa atau tugas yang sedang dikerjakan," katanya kepada "PRLM", Selasa (10/9/13) malam.

Johan mengatakan, KPK akan membantu polisi dalam mengungkap kasus penembakan ini. Salah satunya dengan membuka rekaman CCTV kepada polisi. "Kalau memang diperlukan, kami akan buka. Tergantung apakah diperlukan atau tidak," ujarnya.

Ia menambahkan, KPK mempunyai CCTV yang terpasang di gerbang KPK, dekat dengan lokasi penembakan. Satu CCTV lainnya terpasang di atas Gedung KPK. "Mana yang dibutuhkan, nanti dilihat," katanya. (A-170/A-108)***

Baca Juga

BNN Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sabu dan 22 Rbu Butir Ekstasi

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).-Dalam satu minggu terakhir ini, Badan Narkotika Nasional berhasil menggagalkan penyelundupan sabu hingga puluhan kilogram serta puluhan ribu butir ekstasi. Pada Minggu (15/3/2015) kemarin BNN berhasil menggagalkan penyelundupan 49 Kg sabu asal Tiongkok.

Tiga Hal Harus Diluruskan dari ISIS

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali mengungkapkan, ISIS yang kini tengah menjadi isu global merupakan kelanjutan dari organisasi garis keras Al-Qaeda.

Pembangunan Gedung Baru di Yogyakarta Berpotensi Rusak Cagar Budaya

NASIONAL
WILUJENG KHARISMA/PRLM

YOGYAKARTA, (PRLM).- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BCPB) Yogyakarta mengkhawatirkan pembangunan gedung-gedung baru terutama di Kota Yogyakarta berpotensi merusak bangunan cagar budaya yang ada.

RRI dan TVRI Jangan Kembali Jadi Agen Kekuasaan

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).-Rancangan Undang-Undang tentang Radio Televisi Republik Indonesia (RTRI) dan RUU Penyiaran yang masuk dalam (menjadi) Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan menjadi prioritas tahun 2015 diharap mampu membenahi LPP RRI dan TVRI serta memastikan keduanya tidak dikembalikan seb