Situasi Filipina Selatan Memanas: MNLF Ingin Memerdekan Diri

ZAMBOANGA, (PRLM).- Situasi di Filipina Selatan kembali memanas setelah kelompok separatis bersenjata Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) bentrok dengan tentara Filipina di Kota Zamboanga, Filipina selatan. Insiden itu terjadi saat pemerintah dan kelompok separatis lainnya, Front Pembebasan Islam Moro (MILF), akan bersiap menandatangani perjanjian damai sebelum Presiden Benigno Aquino mundur pada 2016.

Kantor Berita Reuters, Selasa (10/9/13), yang mengutip keterangan seorang saksi mata, menyebutkan, gerilyawan MNLF membakari rumah sejumlah warga dan menguasai lima distrik di Kota Zamboanga.

Para pemberontak Moro itu juga dilaporkan sempat menyandera 30 warga dan berencana menaikkan bendera mereka di Balai Kota Zamboanga sekaligus mengumumkan kemerdekaan Zamboanga pada Selasa malam. (A-133/A-108)***

Baca Juga

Bebaskan Warganya dari Abu Sayyaf, Norwegia Bayar Tebusan

MANILA, (PR).- Pemerintah Filipina tampaknya tak konsisten dengan kebijakannya yang melarang negara-negara asing membayar uang tebusan untuk membebaskan warga mereka yang disekap kelompok teroris Abu Sayyaf.

PBB Puji Pembatalan Larangan Burkini

NEW YORK, (PR).- Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyambut baik putusan pengadilan Prancis yang membatalkan larangan burkini di sejumlah pantai negara tersebut.

Bom di Pengadilan Tewaskan 12 Orang

PESHAWAR, (PR).- Serangan bom bunuh diri di pengadilan kota Mardan, Pakistan menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya. Seperti dilaporkan Reuters, Jumat 2 September 2016, serangan bom tersebut terjadi beberapa jam setelah serangan serupa menghantam distrik Kristen di kota yang sama.