Situasi Filipina Selatan Memanas: MNLF Ingin Memerdekan Diri

ZAMBOANGA, (PRLM).- Situasi di Filipina Selatan kembali memanas setelah kelompok separatis bersenjata Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) bentrok dengan tentara Filipina di Kota Zamboanga, Filipina selatan. Insiden itu terjadi saat pemerintah dan kelompok separatis lainnya, Front Pembebasan Islam Moro (MILF), akan bersiap menandatangani perjanjian damai sebelum Presiden Benigno Aquino mundur pada 2016.

Kantor Berita Reuters, Selasa (10/9/13), yang mengutip keterangan seorang saksi mata, menyebutkan, gerilyawan MNLF membakari rumah sejumlah warga dan menguasai lima distrik di Kota Zamboanga.

Para pemberontak Moro itu juga dilaporkan sempat menyandera 30 warga dan berencana menaikkan bendera mereka di Balai Kota Zamboanga sekaligus mengumumkan kemerdekaan Zamboanga pada Selasa malam. (A-133/A-108)***

Baca Juga

PBB dan UE Kecam Hukuman Mati di Indonesia

NEW YORK, (PR).- Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak pemerintah Indonesia menghentikan pelaksanaan hukuman mati. Hukuman mati dinilai melanggar hak asasi manusia.

Hillary Clinton: Rusia Ada Dibalik Bocornya Email DNC

WASHINGTON, (PR).- Calon Presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton pada hari Minggu, 31 Juli 2016 waktu setempat mengatakan, intelijen Rusia meretas komputer Komite Nasional Partai Demokrat dan Clinton juga mempertanyakan tawaran rivalnya, Donald Trump kepada presiden Rusia Vladimir Putin.

Pemerintah Ganti Kalender, Pekerja Saudi Protes Hilang Gaji

JEDDAH, (PR).- Mayoritas perusahaan di Arab Saudi tak lagi menggunakan kalender Hijriah saat membayar gaji para pegawai mereka. Sebagai gantinya, perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan sistem kalender internasional atau disebut juga kalender Gregorian.

Mesir Lumpuhkan ISIS Sinai

KAIRO, (PR).- Pasukan Militer Mesir mengatakan telah melakukan serangan udara terhadap sejumlah kelompok yang disebut-sebut sebagai ISIS.