Aplikasi Hyjabs Jadikan Tim Codelabs Unikom Juara Inaicta

TIM Codelabs Unikom terdiri atas Mexan Juadha, Muhamad Nur Awaludin, Wulan Fitriani bersama dosen Pembina Adam Mukharil Bachtiar.
WIDI KUSUMA ANGGRAENI/PRLM
TIM Codelabs Unikom terdiri atas Mexan Juadha, Muhamad Nur Awaludin, Wulan Fitriani bersama dosen Pembina Adam Mukharil Bachtiar.

BANDUNG,(PRLM).- Aplikasi Hyjabs bawa tim Codelabs Universitas Komputer Indonesia (Unikom) meraih juara dalam kategori Digital Interactive Media-Perguruan Tinggi dalam Information and Communication Technology Award (Inaicta) pada awal September 2013.

Tren hijab beberapa waktu terakhir ini bak jamur di musim hujan. Berbagai kreasi model hijab membuat hijab tidak lagi terkesan monoton. Peluang inilah yang dilihat Mexan Juadha dengan membuat aplikasi Hyjabs yang memanfaatkan sosial media. Ide awalnya hanya sekedar untuk memenuhi tugas kuliah jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia (Unikom).

Mahasiswa angkatan 2010 itu bersama sembilan rekan satu jurusan lainnya dalam tim Codelabs melakukan pengembangan aplikasi Hyjabs. Jadilah sebuah aplikasi sosial media berbasis mobile yang dapat menghubungkan pengguna hijab dengan pengguna lainnya untuk saling berinteraksi. Tidak hanya itu para user pun dapat bertukar tips, informasi hingga tutorial gaya berbusana hijab terkini.

"Ide awalnya dengan trend hijab saat ini. Mereka biasanya mau cari tutorial menggunakan hijab dengan berbagai model biasanya di youtube atau beli majalah. Aplikasi secaman ini belum ada di Indonesia. Kami ingin mempermudah para hijaber dengan sosial media, di Indonesia sosial media juga banyak digunakan," kata Mexan di Kampus Unikom, Jln. Dipati Ukur, Kota Bandung, Jumat (6/8/2013).

Lebih lanjut dia menjelaskan aplikasi ini dibuat dalam tiga platform yaitu web, android, windows phone. Untuk pengguna android tersedia di play store dengan versi beta sedangkan web untuk admin mengatur data. Tim Codelabs aat ini tengah mengembangkan untuk platform windows phone sehinga belum dipublish kepada publik. (A-208/A-88)***

Baca Juga

Oknum Guru Penganiaya Siswa Harus Dipidana?

JAKARTA, (PR).- Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan pelaku tindak kekerasan terhadap siswa harus dihukum pidana agar menimbulkan efek jera.

84 Profesor Dunia Lakukan Riset Bersama Peneliti Nasional

JAKARTA, (PR). Sebanyak 84 profesor kelas dunia melakukan kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di Indonesia melalui program Visiting World Class Professor (WCP) 2017.