Pemkab Cianjur Akan Lakukan Revitalisasi Puskesmas

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Indeks kesehatan Kabupaten Cianjur menempati posisi ketiga terbawah di tingkat Propinsi Jawa Barat dengan nilai 7,4 dari nilai indeks tertinggi 8. Hal ini dikarenakan tingginya tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi. Selain itu, dari evaluasi yang dilakukan Pemkab Cianjur, pelayanan Puskesmas yang ada masih kurang dari standar dan perlu peningkatan.

"Ini menjadi catatan penting. Dari evaluasi yang kami lakukan, dari saran dan prasarana serta kualitas dan kuantitas Sumberdaya Manusia (SDM) sudah cukup. Namun, perlu ada beberapa yang diperbaiki termasuk pelayanan Puskesmas terhadap pasien," ucap Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh kepada wartawan usai acara di Cipanas, Cianjur, Kamis (5/9/2013).

Tjetjep mengatakan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan dinilai juga menjadi salahsatu faktor rendahnya bidang kesehatan di Kab. Cianjur tersebut.

"Sosialisasi mengenai hidup sehat ini saya nilai juga kurang digalakkan. Makanya pada 2014 nanti, saya ingin bidang kesehatan ini mendapat perhatian khsusu baik secara program atau anggaran," tuturnya.

Salah satunya, kata Tjetjep, Pemkab Cianjur berencana akan melakukan revitalisasi puskesmas termasuk rencana perubahan sistem pengelolaan puskesmas menjadi BLUD (Badan Langsung Usaha Daerah).

"Sebagai langkah awal dari rencana revitalisasi ini kita akan cobakan pada puskesmas Cianjur kota sebagai projek percontohan. Lokasinya yang sekarang akan kita pindahkan, akan dibuat dua lantai dan akan ada penyediaan fasilitas kesehatan tambahan semisal ada psikolog atau psikiater dan ruang perpustakaan," ucapnya.

Hal ini dilakukan setelah mengadakan studi banding ke Pemkab Sleman yang mempunyai indkes kesehatan tinggi di Indonesia. "Berkaca pada Kabupaten Sleman, dengan kondisi puskesmas seperti itu, tingkat rujukan ke rumah sakit akan merosot tajam hampir di bawah 15 persen. Jadi revitalisasi puskesmas, kami akan buat pelayanan kesehatan di level itu senyaman dan seoptimal mungkin. Namun tentunya secara bertahap," tuturnya.

Bahkan, Rencananya Pemkab akan melakukan perekrutan Psikolog untuk ditempatkan di setiap Puskesmas. Hal ini dilakukan setelah revitalisasi pelayanan dan saran Puskesmas dilakukan.

"Dari penelitian yang dilakukan Pemkab Sleman, orang dengan sakit ringan ini biansaya dimulai dari stres atau tekanan psikologi. Jadi tidak semua bias dijawab secara medis dengan obat, namun ternyata penyakut ringan ini bisa diketahui dari kondisi kejiwaan mereka. Hal ini ternyata efektif di Sleman, makanya kami ingin coba terapkan," ujarnya.

Sementara itu, Salah seorang anggota DPRD Cianjur, Jimmy Perkasa mengatakan hal ini baik dilakukan dengan banyak catatan. Misalnya, saja penganggaran yang jangan sampai memotong anggaran fasilitas kesehatan lain seperti Jamkesda.

"Kami setuju saja dengan rencana itu, namun ini harus dilakukan dengan benar. Jika sudah dibangunkan Puskesmas bagus, sarana memadai, namun SDM juga tidak mengikuti akan percuma saja. SDM yang dimaksudkan disini adalah rasa melayani oleh para paramedis kepada masyarakat," tuturnya. (A-186/A-89)***

Baca Juga

DPRD Desak Pemkab Majalengka Bentuk BNN

JAWA BARAT

MAJALENGKA,(PRLM).- Komisi A DPRD Majalengka meminta pemerintah Kabupaten Majalengka segera membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN), dan bekerja secara efektif karena peredaran narkoba di wilayah Majalengka sudah cukup memprihatinkan.

Baru 50 Desa di Subang Yang Penuhi Syarat Cairkan Dana Desa

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Dari 245 desa yang ada di Kabupaten Subang, baru sekitar 50 desa yang APBDes perubahannya sudah tuntas dan telah memenuhi syarat mencairkan dana desa dari pemerintah pusat.

Lagi, Satpol PP Subang Tutup 5 Toko Modern tak Berijin

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).- Satpol PP Kabupaten Subang kembali menutup lima toko modern tak berijin yang masih beroperasi, Jumat (3/7/2015). Dari lima toko modern tersebut, tiga di antaranya berada di wilayah Kecamatan Jalancagak, dan masing-masing satu toko di Cisalak serta Purwadadi.

Kejari Tahan Kepala MAN Terkait Korupsi Ruang Belajar

JAWA BARAT
DEDE Kamaludin, Kepala Madrasah Negeri di Cianjur, digelandang menuju Lembaga Pemasyarakatan Cianjur, Kamis (5/6/2015). Dede menjadi tersangka pembangunan ruang belajar di MAN Pacet Kabupaten Cianjur dengan total anggaran Rp 4,5 miliar.*

CIANJUR, (PRLM).- Kepala salah satu madrasah aliyah negeri di Cianjur, Moh. Dede Kamaludin ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur. Pria 50 tahun ini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan ruang belajar MAN Pacet Kabupaten Cianjur tahun 2011.