Headlines

Dalam Enam Tahun, Hanya 30 Persen Rumah Bordil Saritem yang Dibebaskan

BANDUNG, (PRLM).- Dalam kurun waktu enam tahun sejak ditutup pada tahun 2007, baru 21 dari 70 rumah bordil eks prostitusi yang dibebaskan Pemkot Bandung di RW 07 dan RW 09 Saritem Kel. Kebonjeruk, Kec. Andir. Artinya, masih tersisa 49 rumah (70 persen) dengan total luas 6.660 meter persegi yang masih berpotensi bisa dijadikan lokasi kegiatan prostitusi di Saritem.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi pembahasan revitalisasi Saritem di Ruang Rapat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Jln. Martanegara, Kamis (5/9/2013). Turut hadir dalam rapat tersebut, Kapolsek Andir, serta aparat kewilayahan.

"Dulu (sebelum penutupan) yang dipakai untuk kegiatan prostitusi sebanyak 70 rumah di RW 7 dan RW 9 seluas 8.780 meter persegi, setelah ditutup kemudian ada yang dibebaskan pemkot," kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Bandung Teddy Wirakusumah, ketika ditemui seusai rapat koordinasi.

Menurut Teddy, rumah yang telah dibebaskan tersebut dengan lokasi tersebar, dan mayoritas sudah diratakan dengan tanah. Akan tetapi, kondisinya saat ini tidak terawat, sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan penghijauan oleh Pemkot Bandung. Selain dibiarkan terbengkalai, banyak juga lahan eks rumah bordil yang beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah.

"Ini juga menjadi 'PR' bagi wali kota baru, semoga dalam anggaran tahun depan bisa dialokasikan anggaran untuk melakukan pembebasan tanah lebih lanjut," ucap Teddy. (A-175/A_88)***

Customize This