Pilbup Garut

Debat Kandidat Cabup/Cawabup Hambar

POLITIK

GARUT, (PRLM).- Debat kandidat para calon bupati wakil bupati Garut yang digelar KPUD Garut, Rabu (4/9/13) berlangsung hambar. Dalam acara bertajuk debat kandidat itu justru tidak tampak ada debat hangat antara kesepuluh pasang calon bupati/wakil bupati.

Dalam acara yang dimulai pukul 20.00. WIB tersebut, kesepuluh pasang calon hanya memaparkan program-programnya setelah memilih topik-topik yang sudah disediakan oleh panitia.

Adapun sejumlah topik yang disediakan adalah masalah infrastruktur, ekonomi, pengangguran, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Pada sesi berikutnya, dilakukan sesi tanya jawab di antara para calon secara diundi.

Namun, dalam sesi inipun, debat tidak terjadi. Moderator justru tidak memperkenankan adanya debat. Para calon hanya diperbolehkan memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dari calon lainnya tanpa boleh mendebat pasangan lain.

Kondisi inilah yang membuat acara bertajuk debat itu berlangsung hambar dan hanya diwarnai keriuhan para pendukung masing-masing calon. "Namanya debat kandidat, tapi para calonnya dilarang berdebat oleh moderator, hanya boleh tanya jawab. Lucu," ujar Aep, salah seorang jurnalis yang meliput acara tersebut.

Suasana diskusi mulai hidup saat dua panelis memberikan pertanyaan lebih mendalam kepada para calon dengan berbagai topik yang relevan dan lebih tajam. Kedua panelis yang "menguji" para calon adalah pakar hukum tata negara Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf dan peneliti Indonesia Corruption Watch Ade Irawan.

Acara penutup masa kampanye dihadiri oleh sepuluh calon bupati dan sembilan calon wakil bupati. Salah satu calon wakil bupati, yakni Ade Ginanjar berhalangan hadir karena sakit.

Setelah acara debat kandidat ini, Pilkada Garut akan memasuki masa tenang mulai Kamis (5/9/2013) sampai hari pemungutan suara Minggu (8/9/2013). (A-168/A-108)***

Baca Juga

Memanas, Rebutan Kursi Wakil Wali Kota Cirebon

POLITIK

CIREBON, (PRLM).- Suhu politik di Kota Cirebon semakin memanas menjelang pemilihan Wakil Wali Kota Cirebon yang ditinggalkan Nasrudin Azis, yang naik posisi menjadi Wali Kota Cirebon menggantikan Ano Sutrisno, yang meninggal pada 19 Februari 2015 lalu.

DN tak Keluar dari Partai Golkar Meski Pilih Independen

POLITIK

SOREANG, (PRLM).- Meskipun Bupati Bandung Dadang M. Naser (DN) memilih jalan maju sebagai calon bupati dari independen, namun statusnya tidak keluar dari Partai Golkar. Keputusan mengambil jalan perseorangan karena kisruh Partai Golkar sampai sekarang belum selesai.

Tak Semua Anggota DPR Setuju Dana Aspirasi

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Eksekusi rencana ‎dana aspirasi Rp 20 miliar/anggota dewan/tahun mengalami kemaju‎an setelah Badan Legislasi DPR membentuk panitia kerja rancangan peraturan DPR RI tentang tata cara pengusulan program pembangunan daerah pemilihan pada Kamis (11/6/2015).‎ Namun demikian, muncul p

Muscab PKB Bahas Pasangan Pilbup Bandung

POLITIK
Muscab PKB Bahas Pasangan Pilbup Bandung