Kecewa Hutan Gundul, Penghargaan Kalpataru Dikembalikan

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Penghargaan kepada pejuang lingkungan (Kalpataru) oleh pemerintah, kadang tidak dibarengi kebijakan pemerintah untuk melindungi lingkungan. Akhirnya makna Kalpataru menjadi sekadar aktivitas birokrasi.

“Hal itu terjadi dalam pengelolaan lingkungan Danau Toba di Sumatra Utara, justru kebijakan pemerintah merusak Danau Toba. Maka kami mendukung pengembalian dua Kalpataru,” ungkap Sabar Mangadu, Ketua DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden (Relawan Jokowi) di Jakarta, Senin (2/9/2013).

Dua Kalpataru yang akan dikembalikan secara simbolik di Tugu Monas Selasa (3/9/2013) besok, adalah yang diterima Marandus Sirait (Kabupaten Toba Samosir) dan Hasoloan Manik (Kabupaten Dairi). Wilmar Simanjorang (Samosir), dalam kesempatan yang sama juga akan mengembalikan penghargaan.

“Kami mengimbau masyarakat pecinta lingkungan turut mendukung pengembalian Kalpataru di Tugu Monas. Kalau kebijakan tidak sesuai dengan motif penghargaan, maka penghargaan itu ditiadakan saja,” kata Sabar.

Isu utama perusakan lingkungan Danau Toba adalah penggundulan hutan di daerah aliran sungai (DAS). Bukannya menggalakkan reboisasi, pemerintah malah memberi ijin penebangan hutan alam, seperti yang terjadi di daerah Tele.

Kemudian penyedotan air oleh Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan, yang hanya peduli pada besar tenaga listrik yang dibutuhkan untuk peleburan aluminium, namun tidak peduli pada tinggi permukaan air Danau Toba.

“Kondisi alamiah Danau Toba adalah 904 sampai 906 di atas permukaan laut (mean sea level). Kini permukaan turun naik tak terkendali, karena air yang disedot (intake) PLTA tak peduli pada tinggi permukaan,” tutur Sabar. (A-147)***

Baca Juga

Perlu Rekonstruksi UUD 1945 Agar Jadi Konstitusi Hidup

NASIONAL

SOLO, (PRLM).-Mantan Wakil Ketua MPR-RI periode 2009-2014, Hajriyanto Y Thohari, berpendapat, UUD 45 asli yang dirumuskan para founding fathers tahun 1945 tidak sepenuhnya dilaksanakan secara konsisten.

Pemblokiran 19 Situs Media Islam Tuai Kritik Tajam

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Pemblokiran 19 situs media Islam oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi menuai kritik keras dari para pengguna media sosial melalui tagar #KembalikanMediaIslam. Kendati begitu, banyak pula yang menganggap keputusan itu tepat.

Kasus Suap Alih Fungsi Lahan Hutan Riau

Gulat Manurung dengan Gubernur Riau Seperti Anak dengan Bapak

NASIONAL

BANDUNG, (PRLM).-Keberadaan Gulat Medali Emas Manurung di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau sangat luar biasa. Kepala dinas pun untuk bertemu Gubernur Riau saat itu Annas Maamun harus melalui Gulat Manurung.

Setahun Ditutup, Stasiun Gandrungmangun Cilacap Diaktifkan Lagi

NASIONAL

CILACAP, (PRLM).- Stasiun Gandrungmangun, Cilacap, Jawa Tengah yang melayani naik turun penumpang kereta api di jalur selatan Surabaya-Bandung-Jakarta, Senin (6/4/2015) depan kembali dibuka, setelah selama setahun ditutup