Bupati Banyumas Dapat Gelar dari Keraton Surakarta

MAHAPATIH KGPH Panembangan Agung Tedjowulan, memberikan gelar kehormatan kerabat Keraton Surakarta kepada Bupati Banyumas Ir Achmad Husein, di Pendapa Si Panji.*
EVIYANTI/PRLM
MAHAPATIH KGPH Panembangan Agung Tedjowulan, memberikan gelar kehormatan kerabat Keraton Surakarta kepada Bupati Banyumas Ir Achmad Husein, di Pendapa Si Panji.*

PURWOKERTO, (PRLM).- Keraton Surakarta Jawa Tengah memberikan gelar kebangsawanan kepada sejumlah masyarakat Banyumas. Ada 20 warga asal Banyumas yang mendapat gelar kebangsawanan, salah satunya adalah Bupati Banyumas Ir Achmad Husein.

Penganugerahan dilakukan langsung oleh Mahapatih KGPH Panembangan Agung Tedjowulan di Pendapa Si Panji Pemkab Banyumas. Padahal selama ini Penganugerahan digelar di Keraton Surakarta.

Bahkan Bupati Banyumas mendapat gelar Kanjeng Pengeran Haryo Adipati Purbowinoto, adalah satu-satunya yang masyakarat awam yang mendapat gelar Adipati. Atas gelar tersebut, dia berhak menyandang sebagai sentono dalem atau kerabat raja.

Tedjowulan mengatakan, Ir Achmad Husein, satu-satunya bupati yang selama ini mendapatkan gelar kebangsawanan dan kehormatan dengan sebutan adipati. "Hanya Bupati banyumas yang diberi gelar Adipati oleh Keraton Surakarta," jelasnya.

Menurut dia, karena wilayah Banyumas merupakan tapak cikal bakal Keraton Surakarta. Tanah Banyumas bagian tanah leluhur yang menjadi cikal bakal Kerajaan Solo.

Selain Bupati, ada sekitar 20 orang lain baik kalangan brirokrat di Pemda Banyumas, tokoh masyarakat, tokoh politik, pensiunan TNI/Polri dan hingga wiraswasta. Mereka mendapat gelar beragam. Di antaranya Kotibul Umam, anggota DPR RI dari Partai Demokrat asal Banyumas dengan gelar Kanjeng Raden Haryo Temunggung.

Tidak ada yang istimewa dalam penganugerahan gelar kebangsawasanan. Bedanya prosesi semua memakai adat tradisi Jawa, baik busana maupun bahasa.

Gunawan Santoso pengusaha mi yang mendapat gelar Kanjeng Pangeran Gunawan Santoso Hadiningrat mengakui, mendapat gelar kebangsawanan atas usulan dari Paguyuban Keluarga Keraton Surakarta, yang ada di Banyumas. Pemberian anugerah karena kepedulian terhadap budaya Solo.

Mengenai informasi jual beli gelar dari Keraton Surakarta yang nilainya mencapai puluhan juta. Gunawan membantah, pihaknya hanya memberikan biaya administrasi Rp 500 ribu untuk biaya administrasi, akomodasi, upacara penganugerahan dan sebagainya. "Tidak benar ada jual beli gelar kebangsawanan, kita hanya diminta untuk biaya
administrasi saja. Pemberian gelar itu karena prestasinya terhadap kepedulian terhadap budaya Solo," ujarnya.(A-99/A-147)***

Baca Juga

Said Aqil Jamin Tidak Ada Santri NU Ikut Gerakan Radikal

JAKARTA, (PR).- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil memastikan tidak ada santri NU yang ikut gerakan radikal atau terorisme. Hal ini dikemukakannya pula pada Presiden RI Joko Widodo saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 31 Maret 2016.

Janjian di Hotel, 2 Pejabat BUMN Ditangkap KPK

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap dua pejabat Badan Usaha Milik Negara dan seorang pihak swasta dalam operasi tangkap tangan di Jakarta Kamis, 31 Maret 2016.

KPK Sita Dokumen Suap Raperda Reklamasi

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi menyita sejumlah dokumen dan catatan terkait kasus suap Raperda Reklamasi Teluk Jakarta yang melibatkan anggota DPRD DKI Jakarta M Sanusi dan perusahaan properti besar, Agung Podomoro Land.