Headlines

Sejumlah Mata Air untuk Pasokan Air PDAM Sumedang Menyusut

SUMEDANG, (PRLM).- Sejumlah mata air yang menjadi sumber pasokan air PDAM Tirta Medal, Kab. Sumedang, mengalami penyusutan imbas musim kemarau saat ini. Seperti halnya mata air Nangorak di Kec. Sumedang Selatan. Dari kondisi normal debit airnya mencapai 90 liter per detik, kini menyusut hingga 50 persen menjadi 45 liter per detik. Penurunan debit mata air Nangorak tersebut, otomatis mengganggu pelayanan terhadap para pelanggan.

“Akan tetapi, penyusutan debit air permukaan atau mata air ini tidak sampai mengganggu batas kebutuhan minimal para pelanggan. Pasokan air untuk para pelanggan sampai sekarang masih terlayani,” ujar Kepala Bidang Produksi dan Transmisi PDAM Tirta Medal Kab. Sumedang, Cece Wahyu Gumelar ditemui di kantornya, Kamis (29/8/13).

Menurut dia, untuk mengatasi gangguan pelayanan dampak penurunan debit mata air Nangorak, PDAM menggilir waktu penyaluran air ledeng kepada para pelanggannya. Misalnya, perumahan Jatihurip dan Mekarsari serta daerah Pangaduan Heubeul, disuplai malam hari. Sedangkan daerah lainnya khususnya di wilayah Sumedang kota mendapat giliran siang hari.

“Waktu penyalurannya pun berkurang. Dari biasanya sehari 12 jam, kini menjadi 10 jam. Kami berharap para pelanggan memaklumi gangguan pelayanan ini. Sebab, gangguan ini karena faktor alam. Akan tetapi, mudah-mudahan Oktober sampai Desember nanti sudah ada hujan sehingga pasokan air kepada pelanggan bisa normal kembali,” kata Cece.

Meski demikian, lanjut dia, PDAM tidak akan terpaku pada kondisi alam. Untuk mengatasi penurunan debit mata air Nangorak di musim kemarau, pihaknya akan mengoptimalisasikan sumber mata air lainnya. Contohnya, optimalisasi mata air Ciguling di Kec. Sumedang Selatan. Sebab, pengambilan airnya baru 5 liter per detik dari debit mata air 45 liter per detik.

“Seandainya mata air Ciguling ini dioptimalisasikan, mampu memasok semua kebutuhan air ledeng untuk wilayah Sumedang kota. Sementara pasokan air dari Nangorak, bisa difokuskan di Perumahan Jatihurip yang rawan kekurangan air. Jadi nanti, kebutuhan air untuk wilayah Sumedang kota dan Perumahan Jatihurip bisa terlayani 24 jam,” ujarnya.

Cece menambahkan, optimalisasi sumber air permukaan tersebut akan dilakukan di mata air Cigendel di Kec. Tanjungsari. Sebab, pengambilan airnya masih relatif kecil. Dari debit mata air Cigendel 40 liter per detik, baru termanfaatkan 10 liter per detik. Pasokan airnya akan difokuskan untuk melayani kebutuhan air untuk pelanggan di Kec. Tanjungsari. Sementara pasokan air dari mata air Guha Walet di Jatinangor, akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan di Jatinangor. “Kita akan berupaya mengoptimalisasikan pengambilan air dari sejumlah mata air tersebut,” ucapnya. (A-67/A-108)***

Komentari di Facebook !
Customize This