Jemaah Haji Jabar Huni 9 Daerah di Mekkah

INFO HAJI

JAKARTA, (PRLM).- Jemaah calon haji asal Jawa Barat akan menghuni 9 daerah di Kota Mekkah pada musim haji 1434 Hijriah/2013 Masehi. Terdapat 4 daerah dengan konsentrasi terbesar jemaah, yakni Bakhutmah, Mahbas Jin, Misfalah, dan Jarwal. Demikian hasil Qur'ah Pemondokan Jemaah Haji di Mekkah yang berlangsung di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Pada tahun ini, jumlah jemaah calon haji asal Jawa Barat mencapai 29.888 orang. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Barat membagi jemaah ke dalam 68 kelompok terbang (kloter). Namun, dari jumlah itu, hanya 66 kloter yang diikutkan dalam proses Qur'ah. "Jemaah dari dua kloter terakhir, 67 dan 68, akan ditempatkan di dua maktab khusus yang memang telah disediakan oleh Kementerian Agama," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jabar HA Buchori.

Dari total 66 kloter, 17 kloter di antaranya akan menempati wilayah Bakhutmah, 15 kloter di Mahbas Jin, 15 kloter di Misfalah, 11 kloter di Jarwal, 3 kloter di Aziziyah, 1 kloter di Jumaizah, 1 kloter di Syari' Mansur. Selain itu, 1 kloter plus 237 jemaah akan menempati daerah Ma'abdah dan 1 kloter plus 213 jemaah di Rei Zakhir. Jadi, terdapat satu kloter asal Jawa Barat, yakni JKS 43 yang pemondokannya tidak berada di satu wilayah. Sebagian jemaah bermukim di wilayah Ma'abdah, sebagian lagi di Rei Zakhir. Meskipun demikian, pemondokan itu tetap berada dalam satu maktab, yaitu Maktab 15. (A-125/A-147)***

Baca Juga

Siskohat Kesehatan Sering Alami Gangguan

INFO HAJI
Siskohat Kesehatan Sering Alami Gangguan

Kemenag Jabar Percepat Proses Paspor Haji

INFO HAJI

BANDUNG, (PRLM).- Kanwil Kemenag Jabar mempercepat proses pengerjaan paspor jemaah haji untuk keperluan visa haji dari Kedubes Arab Saudi di Jakarta.

Hingga Selasa (30/6/2015) jumlah kiriman paspor jemaah calon haji dari Kemenag kabupaten/kota sebanyak 18.502 paspor.

Perketat Kesehatan Jamaah Umroh untuk Cegah MERS CoV

INFO HAJI

TANGERANG, (PRLM).- Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk menjalani ibadah umroh di Arab Saudi, khususnya di bulan Ramadan, membuat pemantauan kesehatan harus diperketat. Hal ini penting dalam rangka mencegah kemungkinan penyakit menular MERS Coronavirus.