Anggota DPR Tolak Ajang Miss World di Indonesia

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Anggota DPR mendukung MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan Komnas HAM untuk menolak diselenggarakannya ajang kecantikan Miss World di Indonesia. “Saya melihat tidak ada manfaat yang besar dari ajang tersebut, selain hanya untuk mempertontonkan dan memperlombakan kecantikan fisik dan aurat seorang wanita. Karena sesungguhnya kecantikan yang hakiki atau yang sebenarnya adalah kecantikan dari dalam atau inner beauty yang berupa akhlak yang baik serta kecerdasan dalam berpikir,” ungkap anggota Komisi VIII Asep Ahmad Maoshul Affandy, Selasa (27/8/2013)

Dari kultur atau budaya Indonesia hal itu menurut Asep jelas tidak sesuai. Selain itu dilihat dari sudut pandang agama Islam yang merupakan agama terbesar di Indonesia, Asep mengatakan bahwa keputusan haram itu bukan ketentuan MUI, melainkan ketentuan syar’i yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Rasul-Nya berupa keterangan dan petunjuk bagi umat di dunia ini.

Jika dikatakan penolakan itu melanggar HAM, Asep malah sependapat dengan Komnas HAM di mana di negara Indonesia yang memiliki ideologi Pancasila memang mengusung kebebasan. Namun tentunya kebebasan tersebut juga sejajar dengan kebebasan orang lain yang tidak menginginkan diselenggarakannya ajang yang dianggap tidak seusai dengan norma dan budaya timur serta agama Islam yang merupakan agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia.

“Kebebasan yang merupakan bagian dari HAM itu sebenarnya beriringan dengan kewajiban asasi, di mana kewajiban seseorang adalah menghormati hak asasi orang lain. Dalam hal ini menghormati hak orang lain yang tidak menginginkan ajang tersebut terlaksana, apalagi alasan dari penolakan itu sudah jelas, tidak sesuai dengan norma atau budaya timur dan syar’i jika dilihat dari sudut pandang agama. Oleh karena itu sebagai warga negara Indonesia dan anggota DPR serta ulama, saya setuju dengan penolakan yang dilakukan MUI dan Komnas HAM itu,” paparnya.

Rencananya ajang Miss World ke-63 akan diadakan di Jakarta dan Bali sejak tanggal 4 hingga 28 September 2013. Setelah beberapa lama peserta akan dikarantina di Nusa Dua Bali dan malam penganugerahan dilakukan di Sentul International Convention Center, Bogor. (A-109/A-88)***

Baca Juga

Ketua KPK Nonaktif Abraham Samad Jadi Saksi Novel Baswedan

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Abraham Samad menjadi saksi dalam sidang gugatan praperadilan Novel Baswedan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2015).

Gus Dur Diajukan Jadi Pahlawan Nasional

NASIONAL
SURABAYA, (PRLM).- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa turut berkomentar mengenai pemberian gelar pahlawan bagi presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur

Tertinggi, Pelanggaran Kepatuhan Kapal di Perairan Maluku

NASIONAL

AMBON, (PRLM).- Deputi Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Penangkapan Ikan illegal Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr.

Shelter Rohingya, Bukan Puncak tapi Awal Kehidupan Baru

NASIONAL

LHOESEUMAWE, (PRLM).- Mempersembahkan shelter bagi pencari suaka asal Myanmar yang memasuki kawasan Aceh, bukan sekadar bicara hal-hal fisik mencakup sekian jiwa. “Dari sisi jumlah jiwa pun, sangat kecil dibanding yang mendarat di negara lain.