Headlines

BBPOM Semarang Gerebek Industri Rumahan Jamu Ilegal

BANYUMAS, (PRLM).- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, Jawa Tengah, menggerebek industri rumahan jamu ilegal yang memproduksi ramuan jamu "Cobra Mix" atau "Virgin Girl" hingga jamu "Kuat Tahan Lama"

Jamu tradisional yang diduga mengandung bahan kimia obat milik Indsutri rumahan Supaedi (39), warga Desa Kaliwedi, Kecamatan Kebasen.

Ada dua tempat industri rumahan jamu tradisional yang digerebeg BPOM pada Rabu (21/8/13) sore, yakni Dusun Gandasuli RT 05 RW 05, Desa Kaliwedi, dan Desa Randegan RT 03 RW 01, di Kecamatan Kebasen.

Kepala Seksi Penyidikan BPOM Semarang Agung Suprianto yang memimpin penggrebegan mengatakan, di dua lokasi sasaran penggrebegan, BPOM menemukan ratusan dus besar jamu tradisonal dengan berbagai merek. Jamu tersebut ada yang sudah siap dipasarkan serta obat-obatan berupa pil yang diduga digunakan sebagai campuran membuat jamu.

Di antaranya adalah jamu dengan merek "Virgin Girl" "Obat Tradisional Sari Buah Naga" "Kapsul Kuat" dan "Tahan Lama" "Cobra Mix" jamu tersebut sudah dalam bentuk kapsul dan siap konsumsi.

"Di TKP kita juga menemukan menemukan empat karton tablet warna merah jambu (pink). pil pil tersebut kita duga sebagai bahan kimia obat (BKO) untuk campuran jamu," jelasnya.

Tablet berwarna merah jambu tersebut disita petugas dan selanjutnya akan diuji laboratorium guna mengetahui kandungan BKO-nya.

Selain produk jadi, BPOM juga menyita bahan baku dan bahan jadi jamu yang diduga mengandung BKO, yakni dua kantong alumunium berisi serbuk, dua kantong plastik berisi serbuk warna putih, dua kantong plastik berisi tablet pecah warna cokelat muda, satu kantong plastik kapsul warna cokelat isi serbuk, dan empat karton kapsul kosong. Sampai mesin penggiling dan mesin untuk mencampur "Total semua barang bukti yang akan dibawa ke Semarang mencapai satu truk,"jelasnya.

Seluruh barang bukti yang disita tersebut dibawa ke BBPOM Semarang dengan menggunakan truk.

Penyitaan jamu tersebut menurut Agung sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat dari peredaran jamu yang mengandung BKO. Alasan lain bahwa industri rumahan tersebut ilegal sebab tidak memiliki izin produksi atau izin edar.

Dijelaskan, pemilik industri jamu gelap tersebut Supaedi menjadoi tersangka dan akan dijerat dengan Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Dia mengakui perlu kerja keras dalam mengungkap peredaran jamu yang diduga mengandung BKO ini. Dalam beberapa kasus yang sudah ditangani BPOM. Sering kali tempat produksi dengan gudang penyimpanannya berbeda lokasi.

Rumah yang digunakan untuk memproduksi jamu ilegal milik Saludin yang disewa Supaedi. Pemilik rumah pernah menggeluti bidang yang sama. Bedanya Saludin sudah memiliki ijin dan produskinya semua legal. "Saya tutup industri ini karena apotekernya sudah keluar. Setelah tutup rumah disewa orang lain ,"jelas Saludin. (A-99/A-108)***

×
Customize This