Jembatan Gantung Cileueur Ciamis Runtuh

KONDISI badan jembatan gantung yang terbuat dari anyaman bambu di atas Sungai Cileuer yang menghubungkan Lingkungan Kota Kulon, dengan Lingkungan Bojonghuni, Kelurahan Maleber, keduanya Kecamatan/Kabupaten  Ciamis, Senin (19/8/2013) posisinya miring.*
NURHANDOKO WIYOSO/PRLM
KONDISI badan jembatan gantung yang terbuat dari anyaman bambu di atas Sungai Cileuer yang menghubungkan Lingkungan Kota Kulon, dengan Lingkungan Bojonghuni, Kelurahan Maleber, keduanya Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Senin (19/8/2013) posisinya miring.*

CIAMIS, (PRLM).- Jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Cileueur Kecamatan/Kabupaten Ciamis runtuh. Runtuhnya jembatan sepanjang 25 meter bersamaan dengan datangnya banjir besar akhir bulan Juli 2013, yang menyebabkan tiang panyangga kedua ujung jembatan hancur. Hingga saat ini jembatan masih dibiarkan dan ditutup total.

Pantauan di lokasi, Senin (19/8/2013), kondisi badan jembatan yang terbuat dari anyaman bambu tampak masih kuat, hanya saja posisinya tidak lagi seperti lantai jembatan, akan tetapi berdiri mirip pagar bambu. Pada bagian bawah lantai bambu banyak besi penyangganya yang sudah keropos. Selain itu seluruh bagian kawat baja penahan badan jembatan juga sudah berkarat.

Sisa-sisa banjir hingga menyebabkan beberapa permukiman warga tergenang banjir, masih tampak di sekitar tempat tersebut. Setidaknya tiang besi sebagai penyangga di kedua ujung jembatan sudah bengkok akibat tidak mampu menahan gerusan air. Bahkan di ujung lainnya besinya sudah tidak ada akibat terbawa banjir.

Bagian bawah jembatan yang diperkuat dengan bronjong atau tumpukan batu dengan penahan kawat besar juga sudah hancur tidak berbekas. Beberapa bagian tebing juga terlihat rapuh akibat terkikis banjir.

Diperkirakan runtuhnya jembatan berawal dari hancurnya tiang penyangga, sehingga menyebabkan tiang besi dan kawat baja yang sudah berkarat itu tidak mampu menahan badan jembatan.

Akibatnya salah satu sisi kabel baja utama putus, hingga sebagian lantai jembatan posisinya menjadi miring.

Sementara itu di salah satu sisi, terdapat jembatan darurat yang dibuat dari bambu. Karena medannya sangat curam, jembatan darurat hanya bisa dilintasi pejalan kaki, sedangkan sepedamotor harus memutar jauh masuk Kota Ciamis. Tidak jauh dari ujung jembatan di wilayah Kota Kulon terdapat keterangan yang menyebutkan jembatan tersebut dibangun secara swadaya oleh Angkatan Muda Siliwangi (AMS) pada tahun 1988. Selama ini warga sudah berulang kali memperbaiki lantai jembatan dengan anyaman bambu. (A-101/A_88)***

Baca Juga

Pandai Besi, Profesi di Tepi Zaman

PERAJIN alat-alat pertanian dan pembangunan tradisional atau pandai besi di Kabupaten Majalengka semakin punah karena kurangnya minat anak muda. Desa Bongas Wetan yang pada jaman dulu menjadi sentra pandai besi kini tinggal tersisa 4 kelompok lagi.

Membuat Kaos Berlogo Palu Arit, Dua Warga Sukabumi Ditangkap

SUKABUMI, (PR). Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Sukabumi Kota mengamankan dua orang warga di Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi setelah polisi menerima laporan warga terkait aktivitas pembuatan kaos berlogo percis lambang Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ratusan Warga Terkena Razia KTP

GARUT, (PR).- Ratusan warga terkena razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Garut mendapati banyak warga yang masih memiliki KTP konvensional.

42 Pengedar Narkoba Ditangkap

DEPOK, (PR).- Sebanyak 42 pengedar narkoba jenis sabu dan ganja ditangkap aparat Kepolisian Resort Kota Depok selama Mei 2016. Polisi menyita sabu seberat 49,66 gram dan ganja 1,906 gram.