Headlines

Ultah OI ke 14, Iwan Fals Bersama KPJ Gelar Konser

HENDRO SUSILO/"PRLM"
HENDRO SUSILO/"PRLM"
IWAN Fals di pesta perayaan ulang tahun OI yang ke-14.

DEPOK, (PRLM),-Penggalan awal lagu “Serenade” itu bergema dari daerah Leuwinanggung, Kota Depok, Jumat (16/8/2013) malam. Dipatik oleh musisi tersohor Iwan Fals bersama KPJ (Komunitas Pengamen Jalanan) yang dikomandoi oleh Anto Baret, lagu berirama keroncong itu disambut oleh nyanyian dan goyangan masal para OI (Orang Indonesia). Sekitar 6.000 orang yang memadati tanah lapang di kediaman Iwan Fals pun larut dalam pesta perayaan ulang tahun OI yang ke-14.

Dari Panggung Kita yang menjadi tempat pentas, lagu “Serenade” juga menjadi representasi konkrit maupun ekstase dari keintiman antara idola dan penggemarnya. Di samping faktanya memang mendekatkan si “Manusia Setengah Dewa” dengan para OI, lagu “Serenade” juga seolah menyuarakan suatu rangkulan psikologis bagi kaum menengah ke bawah, yang merupakan segmen dominan dari penggemar Iwan Fals.

Aku ingin nyanyikan lagu / Bagi kaum kaum yang terbuang / Kehilangan semangat juang / Terlena dalam mimpi panjang / Ditengah hidup yang bimbang

Kenapa harus takut pada matahari? / Kepalkan tangan dan halau setiap panasnya / Kenapa harus takut pada malam hari? / Nyalakan api dalam hati usir segala kelamnya

Meskipun ada kepasrahan dalam semangat yang tersisa, kerasnya realitas tetap dinikmati tanpa mencoba bermunafik. Kiranya hal itulah yang ingin dimaknai oleh penyanyi yang baru merilis album “Raya” ini melalui lagu “Serenade”.

“Iya, kenapa mesti takut, yah? Walaupun kenyataannya...” Iwan tak melanjutkan ucapannya serampung membawakan lagu rilisan tahun 80-an itu. Dia beralih mengintroduksi lagu yang akan dibawakan selanjutnya, yakni lagu baru dari KPJ yang berjudul “Negeri Pinokio”

Selama sekitar satu jam, kolaborasi Iwan dengan KPJ banyak menampilkan lagu-lagu yang diambil dari album “KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan)” (1985). Selain lagu “Serenade”, berdendang pula lagu “Kupaksa Untuk Melangkah”, “Senandung Istri Bromocorah”, “Kaum Urbanis”, “Krisis Pemuda”, “Sumbang”, “Kembang Pete”, dan “Penari Jalanan” yang terdapat di album tersebut.

Walaupun banyak yang mengujarkan berbagai judul lagu hit Iwan seperti “Bento”, “Bongkar”, “Pesawat Tempur”, ataupun “Oemar Bakri”, pemusik lulusan SMPN 5 Bandung ini tidak memenuhi permintaan penggemarnya.

Dibuka oleh lagu “Linglung”, Iwan juga menghadirkan lagu “Konsep Proyek” dan “Lumpur Lapindo”. Lagu “Apa Kabar” menjadi lagu penutup dari Iwan, yang menurutnya, sebagai oleh-oleh dan salam buat orang yang ditinggalkan ribuan OI di rumahnya. Konser open house Iwan berakhir tepat pukul 00.05 WIB.

“Selamat ulang tahun, OI. Dirgahayu, RI. Semoga semua menjadi lebih baik untuk kita melangkah ke depan,” ujar Iwan sebelum mengucapkan terima kasih dan menuruni panggung.

Di samping acara musik yang menghadirkan Iwan Fals dan KPJ, panggung juga diisi oleh berbagai penampil, termasuk pentas marawis, beatbox, dan kesenian Palang Pintu, Eling-eling, dan tari tradisional.

Selain dihadiri oleh Ine Febriyanti yang membacakan dua puisi dari panggung yang lain yang terdapat di sisi Panggung Kita, ulang tahun OI kali ini juga disaksikan oleh Menpora Roy Suryo.(Hendro Susilo/A-88)***