Headlines
Pembeli Harus Antre

Tahu Kopeci Kembali Menjadi Buruan Pemudik

NURYAMAN/"PRLM"
NURYAMAN/"PRLM"
PENGUSAHA tahu Koperasi Pemuda Cikentrungan (Kopeci) Kuningan Wandi Suhandi (kanan) bersama dua pekerjanya sibuk mengolah adonan bahan baku tahu di dapur produksi tahu belakang kiosnya di Blok Cikentrungan/ Blok Lamping, Lingkungan Pasapen 3 Kelurahan Kuningan, Kab. Kuningan, Rabu (14/8/2013). Dalam suasana lebaran ini tahu Kopeci Kuningan, kembali menjadi buruan para pembeli oleh-oleh makanan khas Kuningan.*

KUNINGAN, (PRLM).- Selain tapai ketan yang sudah menjadi primadona oleh-oleh makanan khas Kab. Kuningan, tahu produksi Koperasi Pemuda Cikentrungan (Kopeci) di kabupaten itu, dalam suasana Lebaran tahun ini kembali menjadi buruan para pembeli oleh-oleh khas Kuningan. Dalam beberapa hari terakhir pascahari Lebaranhingga Rabu (14/8/2013) kios tahu Kopeci di Blok Cikentrungan atau sering juga disebut Blok Lamping, Lingkungan Pasapen 3, Kuningan kota, setiap hari nyaris tak henti-hentinya dijubeli antrean pembeli tahu khas daerah tersebut.

Tidak hanya di satu kios itu. Kios-kios lainnya dalam deretan kios tahu di Blok Cikentrungan di tepi ruas jalan provinsi penghubung Kuningan - Ciamis, yang selama ini lebih fokus memasok tahu kepada para pedagang pasar tradisional pun, dalam beberapa hari terakhir juga sering kali turut dijubeli pembeli.

Pada suasana Lebaran, khususnya dalam beberapa hari terakhir pasca Idulfitri pembeli tahu tersebut, umumnya didominasi oleh kalangan masyarakat arus balik untuk bekal di perjalanan dan oleh-oleh. Saking banyaknya pembeli, bagian ruas jalan provinsi di sekitar deretan kios tahu itu pun dalam beberapa hari terakhir kerap diwarnai kemacetan karena terhambat deretan mobil pembeli tahu.

Pengusaha kios tahu Kopeci Kuningan Wandi Suhandi (46) menyebutkan, lonjakan pembeli tahu di kiosnya dalam suasana Lebaran ini, mulai terasa sejak hari kedua. Bahkan, sampai Rabu (14/8/2013) tingkat kunjungan pembeli tahu di kiosnya itu masih terbilang jauh lebih tinggi dibanding hari-hari biasa.

Selain jumlah pembelinya meningkat, volume pembelian tahu para pembeli dalam suasana Lebaran umumnya jauh lebih banyak ketimbang pembeli pada hari-hari biasa. Teramati di beberapa kios, dari satu kali penggorengan, saja pada saat keramaian Lebaran, sering kali habis diborong hanya oleh seorang dua orang pembeli.

Wandi Suhandi menyebutkan, dengan adanya lonjakan pembeli produksi dan omzet kios tahu Kopeci per hari pada suasana lebaran dalam beberapa hari terakhir juga mengalami peningkatan lumayan besar. "Pada hari-hari biasa setiap harinya saya hanya mengolah dan menghabiskan rata-rata dua kuintal kacang kedelai. Dalam beberapa hari terakhir suasana keramaian lebaran ini, volume kacang kedelai yang saya olah habis untuk memenuhi pembeli tahu di kios saya ini rata-rata mencapai 2,5 kuintal per hari," ujar Wandi.

Seiring dengan itu, diakui Wandi omset dari penjualan tahu di kiosnya pun, meningkat dibanding hari-hari biasa. Tanpa bersedia menyebutkan omset rata-rata pada hari-hari biasa, Wandi mengaku, omset harian yang diperolehnya dalam beberapa hari terakhir pada suasana lebaran ini, ada penambahan rata-rata Rp 2 juta dibanding omset hari-hari biasa.

Sementara itu, tahu Kuningan produksi Kopeci selama ini memang sudah menjadi salah satu makanan khas Kab. Kuningan disamping tape ketan dan makanan olahan lainnya. Berbeda dengan tahu khas Sumedang, tahu Kuningan secara fisik memiliki ciri khas lebih lembut dan padat berisi.

Tahu Kuningan lebih banyak dinikmati konsumen dalam kondisi masih panas atau hangat baru diangkat dari penggorengan. Oleh karena itu, para pembeli yang hendak membawanya sebagai oleh-oleh ke alamat tujuan yang jauh dan memerlukan waktu perjalanan lama, banyak juga yang membeli tahu mentahnya.(A-91/A-147)***

Komentari di Facebook !