Kasus Sisca Terkuak, Ternyata Hanya Bermotif Penjambretan

ARMIN ABDUL JABBAR/"PRLM"
ARMIN ABDUL JABBAR/"PRLM"
TERSANGKA pembunuhan korban Fransisca Yofie di Cipedes Bandung berinisial W (sarung) digelandang menuju Satreskrim Polrestabes Bandung, Jln. Jawa, Kota Bandung, Minggu (11/8/2013) malam. Pihak kepolisian berhasil menangkap tersangka di Ciranjang, Kabupaten Cianjur setelah melarikan diri selama enam hari.

BANDUNG, (PRLM).-Kasus pembunuhan sadis terhadap korban Sisca Yofie (34), Branch Manager PT Verena Multi Finance Bandung akhirnya terkuak.

Anggota dari Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung berhasil menangkap dua orang pelaku berinisial W (45) dan A (33).

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Sutarno di hadapan wartawan menjelaskan kasus ini terungkap setelah salah satu pelaku berinisial A (33) menyerahkan diri diantar keluarganya ke Polsekta Sukajadi.

Menurut Ahri (65), kakek pelaku A, cucunya menyerahkan diri karena dibujuk keluarga setelah sebelumnya A selalu gelisah dan menceritakan kejadian tersebut kepada Ahri.

Setelah diserahkan ke Polsekta Sukajadi, polisi melakukan pemeriksaan intensif kepada pelaku A hingga akhirnya keluar nama W (45) yang disebut-sebut sebagai otak pelaku.

Berbekal informasi itulah, Tim Satreskrim Polrestabes Bandung bergerak dan pada Minggu (11/8/2013) sekitar pukul 11.00 WIB, W berhasil ditangkap di daerah Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Saat ditangkap dia sedang mengendarai motor bersama istrinya.

Ketika ditanya motif dari kasus pembunuhan tersebut, Sutarno menyatakan masih ditelusuri. Namun kalau mengacu pada keterangan A, motifnya penjambretan.

"Kami masih perlu mencocokan keterangan dua pelaku berinisial A (33) dan W (45), apakah dendam atau penjambretan. "Kalau versi inisial A, kasus ini penjambretan. W sebagai pelaku utamanya," kata Sutarno kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Minggu (11/8/2013).

Dijelaskan Sutarno, berdasarkan keterangan A kepada penyidik, pada Senin (5/8/2013) lalu A diajak W untuk mengambil proposal untuk kegiatan memperingati 17 Agustus. Keduanya masih bersaudara, W merupakan paman dari A.

Mereka berangkat berdua dengan menggunakan sepeda motor Satria R milik A, tepat di Jalan Setra Indah Utara, Sukajadi Bandung, W meminta A menghentikan motornya.

Saat itu W melihat ada mobil pintunya terbuka di depan rumah tempat indekos. Kemudian Sisca turun dari mobil untuk membuka pagar rumah.

Pada saat itu, timbul niat jahat W dan langsung mendekati mobil, tanpa banyak cerita saat itu W langsung merebut tas milik Sisca. Korban sempat melakukan perlawanan namun W berhasil melumpuhkannya dengan satu sikutan hingga terjatuh.

Kemudian A memacu motornya ke arah Cipedes. Saat itu, A sempat merasakan laju motor dikemudikannya berat saat belok. Dia (A) sempat bilang kepada W dengan bahasa Sunda,

"Kunaon berat motor teh (kenapa berat ini motor)". Ternyata rambut Sisca menyangkut ke dalam gear motor dan terseret. W pun menyuruh A untuk ngebut.

Diduga panik, W melayangkan senjata tajam untuk melepas rambut Sisca. Tebasan itu mengenai bagian kepala Sisca hingga akhirnya terlepas. Mereka pun akhirnya kabur menggunakan motornya.

"Itu merupakan keterangan dari A, kami sedang mendalami motif sebenarnya. Keterangan A dan W nantinya akan kami cocokan. Benar atau tidak seperti itu (jambret). Tas kantor korban (Sisca) berisi laptop masih ada di lokasi kejadian. Tapi kami coba menyelidiki lagi, apakah kemungkinan ada tas korban yang diambil. Soalnya kami tidak menemukan tas berisi tanda pengenal, ATM, milik korban," kata Sutarno.

Seperti diketahui sebelumnya, warga Bandung tiga hari menjelang Lebaran dikejutkan dengan adanya pembunuhan sadis terhadap Sisca Yofie (34), Branch Manager PT Verena Multi Finance Bandung.

Pembunuhan terhadap wanita cantik itu terjadi di depan rumah kosnya di Jalan Setra Indah Utara, Sukajadi Bandung Senin (5/8/2013) petang lalu menjelang buka puasa.

Pembunuhan itu dikatakan sadis karena pelakunya dengan biadab menyeret korban memakai motor sejauh 500 meter. Tidak hanya itu, pelaku yang diduga dua orang berboncengan pakai motor membacoknya dengan senjata tajam.

Korban yang tengah sekarat saat itu, ditemukan warga dan dibawa ke rumah sakit Hasan Sadikin dan sudah meninggal dunia. Kejadian itu, sekitar pukul 17.45 WIB, korban tiba di depan pintu gerbang rumah kos dengan menggunakan mobil Grand Livina X Gear.

Saat itu, Sisca akan membukakan pintu gerbang untuk memasukan mobil. Saat yang bersamaan, datang dua orang pengendara motor dengan berboncengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria R dengan memakai helm full face.

Saat itu suasana sedang sepi karena sedang buka bersama. Beberapa keterangan ada yang mengatakan, pria yang dibonceng langsung menjambak rambut Fransisca.

Sementara si pengemudi terus memacu motornya sehingga korban terus terseret hingga sekarat. Jarak dari rumah kos ke tempat ditemukan korban sekitar sejauh 500 meter.

Ada keterangan korban sempat dijambak, lalu dibacok pelaku di beberapa bagian tubuhnya. Pelaku diduga menggunakan benda tajam seperti samurai, golok, dan sejenisnya. Diketahui ada tiga bacokan, salah satunya ditemukan di bagian kepala belakang.

Sisca pun bersimbah darah di hampir sekujur tubuhnya, termasuk wajahnya. Pakaiannya yang berwarna serba hitam tampak sobek. Kulit-kulit di tubuhnya pun lecet penuh dengan luka karena diseret di aspal jalan. (A-113/A-89)***

Komentari di Facebook !
Customize This