Komjen Oegroseno Akan Gantikan Nanan Menjadi Wakapolri

JAKARTA, (PRLM).-Kepolisian Republik Indonesia akan segera memiliki Wakil Kepala Polri baru mengantikan Komisaris Jenderal Nanan Sukarna yang pensiun Kamis (1/8/2013) ini. Mabes Polri memastikan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Mabes Polri (Kabaharkam) Polri Komjen Oegroseno menggantikan Nanan dan akan dilantik Jumat (2/8/2013) di Gedung Mabes Polri, Jakarta.

"Berdasarkan keputusan Kapolri nomor Kep 557/VII/2013 tanggal 31 Juli 2013 Komjen Pol Oegroseno diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolri mnggantikan Nanan Sukarna yang sudah memasuki masa pensiun," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F Sompie di Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Rencananya, kata dia, pengganti Oegroseno sebagai Kepala Baharkam, akan diisi oleh Asisten Operasi Kepala Polri Inspektur Jenderal Badrodin Haiti. "Pengganti Oegro dalam jabatan Kabaharkam adalah Irjen Badrodin Haiti yang masih jabat Asops Kapolri," katanya.

Diangkatnya Komjen Oegroseno sebagai Wakapolri, tidaklah terlalu mengagetkan. Pasalnya, di samping pengamat memprediksi Oegro sebagai Wakapolri, dia juga merupakan jenderal bintang tiga senior.

Namun masa jabatan Oegroseno sebagai Wakapolri ini tidak akan berlangsung lama. Pria kelahiran Pati, 17 Februari 1956, itu akan pensiun pada Februari 2014.(A-194/A-107)***

Baca Juga

Jokowi Puji Pernyataan SBY

JAKARTA, (PR).- Presiden RI Joko Widodo memuji pernyataan-pernyataan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono belakangan ini. Dia merasakan dan mengapresiasi SBY yang memiliki maksud memberi masukan-masukan bagi pemerintah.

Pengunjuk Rasa Hanya Mau Bertemu Jokowi

JAKARTA, (PR).- Pengunjuk rasa hanya mau bertemu Presiden RI Joko Widodo. Dua perwakilan pengunjuk rasa sempat masuk ke Istana Negara dan diterima Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

Rumah Gerakan 98 Kritisi Aksi 4 November

JAKARTA, (PR).- Rumah Gerakan 98 mengkritisi aksi damai yang berujung bentrokan aparat keamanan dengan demonstran pada 4 November kemarin, harus menjadi pembelajaran agar segala persoalan diserahkan pada ranah hukum.

Ini Alasan Jokowi Minta Gelar Perkara Ahok Dilakukan Terbuka

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo membenarkan telah memberi arahan secara langsung kepada Kapolri Tito Karnavian agar gelar perkara kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dilaksanakan secara terbuka.