Terlalu Banyak Jadi Kedodoran

Kurangi Jumlah Fraksi di DPR !

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Politisir senior dari Golkar, Lili Asdjudiredja melontarkan wacana soal perlunya penyederhanaan fraksi di DPR. Supaya kinerja DPR bisa efektif dan efisien, maka idealnya masing-masing fraksi di DPR beranggotakan 100-150 orang sehingga jumlah fraksi di DPR dapat dibatasi menjadi 3 - 4 saja.

Usulan itu dia ajukan karena kenyataannya 9 fraksi di DPR sekarang ini kinerjanya tidak efektif. Ada beberapa fraksi yang tak mampu memberdayakan anggotanya secara maksimal, karena anggotanya hanya sedikit. Akibatnya, banyak tugas-tugas kedewanan yang terpaksa dirangkap sehingga kedodoran.

‘’Kinerja fraksi yang kedodoran itu imbasnya pada DPR secara keseluruhan. Pelaksanaan tugas kedewanan menjadi terbelangkalai, pembahasan RUU tidak tuntas, kualitasnya turun, dan sebagainya. Kenyataan pahit ini harus dicarikan jalan keluar,’’ kata Lili.

Ia menegaskan, penyederhanaan jumlah fraksi di DPR mutlak dilakukan pasca pemilu tahun depan. Bagi partai politik yang lolos PT (parliamentary threshold), tetapi perolehan suaranya tidak mencapai 100 orang, maka partai tersebut wajib bergabung dengan partai lain, supaya jumlah anggotanya mencapai 100 orang.

Lili menjelaskan, rapat-rapat di DPR, baik rapat komisi, rapat paripurna, ataupun rapat lainnya, seringkali tidak kuorum karena banyak anggota DPR yang tak hadir, sehingga rapat jadi molor tidak karuan. Sebagai anggota DPR yang sudah kawakan, Lili mengaku risih terhadap kenyataan tersebut.

“Malu kan, tamu yang kita undang sudah hadir, tuan rumahnya belum datang. Ini terjadi hampir setiap rapat-rapat di DPR. Yang rajin orang itu-itu saja, yang lain mangkir, padahal rapat itu sangat penting. Apakah yang begini dibiarkan terus dan tidak dicarikan solusi,” ujarnya.

Lili menyadari, fraksi memang kepanjangan tangan partai, tapi demi efektifnya DPR, tidak ada salahnya kalau jumlahnya disederhanakan. Ia sangat yakin, dengan disederhanakannya jumlah fraksi di DPR, kinerjanya akan efektif.

Dulu di zaman Pak Harto, jumlah fraksi di DPR hanya 4, tidak ombyokan seperti sekarang ini, dan nyatanya kerjanya efektif. Untuk menertibkan anggotanya yang tidak disiplin, pimpinan fraksi harus streng. Mesti ada sanksi yang tegas terhadap anggota yang suka membolos, katanya.(A-109/A_88)***

Baca Juga

FPG Sarankan Pilkada Serentak Supaya Diundurkan

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Fraksi Partai Golkar (FPG) di DPR menyarankan agar pemerintah mengundurkan jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 untuk mematangkan persiapan pilkada tersebut. Belum seluruh daerah siapkan anggaran pelaksanaan pilkada tersebut.

Partai Demokrat Usung Herman-Irfan

POLITIK

CIANJUR, (PRLM).- Partai Demokrat Kabupaten Cianjur resmi mengusung Herman Suherman dan Irfan Rivano Muchtar dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur 2015.

Rhoma Irama Pertanyakan Revolusi Mental Jokowi

POLITIK
JAKARTA, (PRLM).- Maraknya aksi kriminalitas disertai penganiayaan dan pembunuhan seperti begal di sejumlah daerah ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan. Karena aksi kejahatan tersebut nyaris terjadi diseluruh Indonesia, terutama di Jakarta.
 

Nyalon Walikota Palu, Pasha "Ungu" Lapor Harta Kekayaan ke KPK

POLITIK
Nyalon Walikota Palu, Pasha "Ungu" Lapor Harta Kekayaan ke KPK

JAKARTA (PRLM).- Vokalis Band Ungu Sigit Purnomo Syamsudin Said alis Pasha melaporkan harta kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pelaporan itu dilakukan dalam rangka pencalonan Pasha sebagai Walikota Palu, Sulawesi Tengah.