Daging Impor Sebentar Lagi Beredar di Jabar

MENTERI Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa ditemani Kepala Bulog  Sutarto Alimoeso, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh saat mengunjungi perusahaan peternakan sapi, PT Pasir Tengah, Desa  Mekarsari, Kecamatan
WILUJENG KHARISMA/PRLM
MENTERI Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa ditemani Kepala Bulog Sutarto Alimoeso, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh saat mengunjungi perusahaan peternakan sapi, PT Pasir Tengah, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Minggu (21/7/2013). Pemerintah memastikan harga daging akan stabil sebelum Lebaran.*

CIANJUR, (PRLM).- Impor daging yang dilakukan pemerintah sebenar lagi akan diedarkan ke sejumlah daerah termasuk Jawa Barat. Demikian dikatakan Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa saat mengunjungi Pasar Murah di Pemkab Cianjur, Jalan Siti Jenab, Cianjur Kota, Minggu (21/7/13).

Hatta mengatakan saat ini pemerintah sudah melakukan proses 20 ribu ton lagi impor daging dan tinggal menunggu barangnya datang ke Indonesia.

"Memang belum sampai ke daerah-daerah karena kemarin kami foksukan untuk wilayah Jabodetabek. Sebentar lagi akan sampai di Jawa Barat setelah barangnya datang," tuturnya.

Kesepakatan pemerintah, kata Hatta, menjula daging di harga Rp 75ribu dinilai sudah proporsional. Artinya, dengan haraga tersebut masyarakat tidak keberatan dan peternak lokal juga bisa bersaing dari sisi harga.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan abar sangat menanti daging impor cepat sampai di wilayah Jabar agar harga daging cepat turun dan stabil. "Baiknya sebelum Lebaran agar masyarakat Jabar bisa menikmati daging dengan harga murah sebelum lebaran," tuturnya.(A-186/A-108)***

Baca Juga

Donald Trump.*

Trump Menang, Investasi AS ke ASEAN Tetap Pragmatis

JAKARTA, (PR).- Presiden Amerika Terpilih Donald Trump diprediksi akan meneruskan tradisi pendekatan pragmatis Amerika dalam menjalin kerjasama di bidang perdagangan dan investasi dengan negara-negara Asean, termasuk Indonesia.

Mengapa "Rush Money" Berbahaya?

BANDUNG, (PR).- Masyarakat harus waspada terhadap isu yang mengajak untuk melakukan ge­rakan penarikan uang secara massal atau rush money. Isu yang tak ber­ala­san itu selain berbahaya juga akan me­rusak kepentingan masyarakat sendiri.